Lentera Keluarga – Teguh Dalam Kebaikan


Jumat, 19 Januari 2018


Bacaan: 1 Sam 24:3-21; Mzm 56:2-3.9-10a.10b-11,12-13; Mrk 3:7-12.


Renungan


KARAKTER Saul dan karakter Daud berbeda.  Karena harga diri, Saul dengan mudah dikompori oleh orang-orang di sekitarnya bahwa Daud hendak bermaksud membunuh Saul dan mengambil tahta kerajaan. Dengan informasi ini, Saul mudah digerakkan untuk memburu Daud dengan 3000 pasukan.  Sementara Daud, walaupun ia dibisiki untuk membunuh Saul selagi ada kesempatan namun ia menunjukkan sikap teguh dalam kebaikan dan tidak termakan oleh masukan-masukan yang  nampaknya baik.


Informasi yang salah dapat mengakibatkan sikap dan tindakan yang salah, apalagi jika kita tidak “check” kebenaran informasi-informasi tersebut. Informasi  yang salah dapat menjadi penyebab konflik dan kehancuran perkawinan dan keluarga. Penting bagi kita untuk memilah-milah informasi dan mengedepankan pemahaman untuk mengatasi kesalahpahaman. Sikap “grusa-grusu” akan membawa kita untuk bertindak seperti Saul. Tetapi pikiran yang jernih akan membawa kita bersikap seperti Daud.


Jangan hancurkan perkawinan dan keluarga kita karena kita tidak bijak dalam mengolah informasi dan hati kita keruh karena prasangka dan praduga.


Kontemplasi


Gambarkan perbedaan sikap Saul dan Daud dalam menerima masukan-masukan dari orang-orang dekatnya.


Refleksi


Bagaimana sikapku ketika mendengarkan masukan orang lain? Apakah aku dapat bijak memilah dan mengambil sikap yang tepat?


Doa


Ya Bapa, semoga aku semakin bijak untuk mencari kebenaran dan bersikap tepat dalam situasi kesalahpahaman. Amin.


Perutusan


Aku belajar bijak untuk mengolah informasi yang kuterima dan belajar bersikap bijak


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.