Lentera Keluarga: Senin, 21 Agustus 2017 – Prestasi Vs Pemberian Diri

St. Pius X

Bacaan: Hak 2:11-19; Mzm 106:34-37.39-40.43ab.44; Mat 19:16-22

Renungan

DIALOG antara Yesus dan orang muda bertema mengenai artinya iman. Beriman bagi anak muda itu adalah kesetiaan dan keunggulan dalam menjalankan perintah Allah. Semakin baik dan tanpa cela maka iman itu semakin mendalam. Inilah yang disebut sebagai iman prestasi. Namun iman prestasi ini membawa sesuatu yang lain : “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”.

Yesus mengajarkan iman yang sempurna kepadanya yaitu iman pemberian diri total pada kehendak Allah. Iman yang berfokus bukan pada perintah tetapi pada relasi atau ikatan yang mendalam dengan Yesus sendiri.

Kita semua dipanggil untuk masuk pada iman penyerahan diri ini; iman yang dipenuhi dengan relasi kasih yang mendalam dengan Yesus. Tidak cukup bagi kita hanya setia pada perintah      Allah dan perintah Gereja atau sekadar melakukannya. Iman itu menyangkut relasi, bukan pertama-tama prestasi dalam melaksanakan kehendak Allah.

Kontemplasi

Gambarkan bagaimana Yesus berdialog dengan anak muda mengenai arti iman.

Refleksi

Apakah hidup imanku kuukur dalam pelaksanaan perintah Allah dan Gereja? Ataukan imanku berdasar pada relasi pribadi dengan Yesus yang disertai dengan pemberian diri yang total?

Doa 

Ya Bapa, ajarilah aku untuk semakin membangun relasi yang mendalam dengan Yesus dan berani menyerahkan diriku secara total padaNya. Amin.

Perutusan

Aku semakin membangun relasi personal dengan Yesus.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: