Lentera Keluarga: Selasa, 19 September 2017 – Pelayanan Dan Keluarga


Pesta Maria La Sallete, Pelindung Tarekat MSF.
Bacaan:  1Tim 3:1-13;Mzm 101:1-3b.5-6; Luk 7:11-17.


Renungan


PAULUS dalam suratnya kepada Timotius memberikan beberapa kriteria bagi para pelayan gereja: seorang penilik jemaat dan diakon. Pada dasarnya, pelayan gereja adalah pemimpin rohani; dan syarat mendasar bagi seorang pemimpin rohani adalah mampu menjadi saksi  hidup kristiani dalam hidup pribadinya, dalam hidup keluarganya maupun dalam relasinya dengan orang lain : “sehingga dalam iman akan Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa.”.


Panggilan menjadi pelayan gereja adalah panggilan untuk memberi kesaksian hidup. Sungguh tidak mudah menjadi seorang ketua lingkungan, wilayah atau anggota dewan. Kadang mereka dipilih karena “mau” dan “tidak ada yang mau dipilih”. Tuntutan pelayanan gereja kadang melebihi pekerjaan harian mereka, dan kadang pengorbanan mereka tidak mendapatkan hasil yang sepadan. Mereka yang mempunyai kualitas iman mampu bertahan dan kreatif; tetapi mereka yang lemah imannya mudah untuk menyerah dan kemudian meletakkan jabatan pelayanannya.


Sebuah kebahagiaan jika salah satu anggota keluarga kita dipercaya dan dipilih oleh jemaat dan gembala gereja untuk menjadi pelayan gereja. Support itu dapat kita berikan dengan dukungan kita terhadap pribadi dan tugasnya. Dukungan keluarga adalah daya penggerak utama.


Bagi kita yang dipilih menjadi pelayan jemaat, kitapun harus juga bisa menjadi orang yang dibanggakan oleh keluarga. Posisi sebagai pelayanan jemaat menuntut kemampuan kita juga untuk memimpin keluarga kita.  Melalaikan tanggungjawab keluarga dengan alasan pelayanan tidaklah dibenarkan;  ketidakmampuan menjadi pemimpin dalam keluarga akan memancing reaksi negatif dari anggota keluarga. Keluarga akan kriis terhadap pelayanan kita;  anak-anak akan protes dan akhirnya anti terhadap gereja. Banyak mata melihat dan mencermati hidup kita sebagai pelayan gereja; jangan sampai kita menjadi  batu sandungan bagi jemaat karena bukan hanya gereja yang dirugikan tetapi pewartaan iman itulah yang disuramkan.


Kontemplasi


Renungkanlah apa artinya perkataan ini  : “jika seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimana mungkin ia mengurus Jemaat Allah”.


Refleksi


Apakah aku sebagai pelayan Jemaat bertekun juga untuk menjadi pemimpin yang baik bagi keluargaku? Support seperti apa yang kuberikan kepada anggota keluargaku ketika dipercaya untuk mengambilbagian dalam kepemimpinan gereja?


Doa 


Ya Bapa, terima kasih atas tanggungjawab yang kami terima untuk mengambil bagian dalam tugas pelayanan gerejawi. Ajar kami untuk menjadi pelayan umat yang baik dan pemimpin keluarga yang dicintai. Amin


Perutusan


Aku dan keluargaku siap untuk melayani Tuhan sebagai pelayanan-pelayan gereja.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: