Lentera Keluarga – Selasa, 08 Agustus 2017: Bijak menghadapi syak

PW S Dominukus.

Bacaan:  Bil 12:1-13; Mzm 51:3-4.5-6a.6bc-7.12-13; Mat 15:1-2.10-14

Renungan

MIRYAM dan Harun menaruh syak terhadap Musa. Dan mereka menggunakan alasan Musa menikahi wanita Khus (bukan orang Yahudi – bangsa Israel) sebagai cara untuk menjatuhkan Musa sebagai pemimpin dan nabi.  Niat itu tercermin dari kata-kata Miryam dan Harun’ “Benarkah Tuhan bersabda dengan perantaraan Musa saja? Bukankah Ia juga bersabda dengan perantaraan kita?” Namun Allah membela Musa dan menghukum kedua orang saudara Musa itu.

Menaruh syak dan mencari-cari kelemahan untuk menjatuhkan orang adalah trik yang kadang digunakan orang untuk menjatuhkan orang lain (yang dianggap saingan) di depan umum. Dalam hal ini, kita dapat berperan sebagai pelaku atau  sebagai korban.

Dalam pertengkaran dan konflik rumah tangga, cara-cara syak-kebencian-iri yang dibalut dengan menunjuk kelemahan orang,  kadang kita gunakan untuk mendapatkan pembenaran atau dukungan dari orang lain (teman atau keluarga besar) dan menjatuhkan anggota pasangan atau anggota keluarga kita yang lain. Pengalaman konflik yang dipicu oleh motiv seperti ini tidak akan selesai, karena pertama-tama bukan kesalahan yang menjadi masalah utama tetapi syak-dan keinginan untuk mempermalukan dan menjatuhkan orang lain.

Hendaknya sikap “syak” dan “ingin menjatuhkan orang lain” ini tidak kita pakai dalam cara-cara kita berkonflik. Jangan kita dikuasai olehnya dan kemudian membuat-buat alasan. Ketulusan dan niat baik harus selalu kita kedepankan dalam setiap perbedaan.

Dan bagi kita yang mengalaminya, secara spontan kita akan membela diri; namun kita juga perlu memberikan kesempatan kepada Allah untuk membela kita. Hidup yang konsisten dan benar serta tulus lebih banyak gemanya dari ribuan kata-kata pembelaan.

Kontemplasi

Gambarkan bagaimana Musa menghadapi sikap syak dan niat menjatuhkan dari Miryam dan Harun.

Refleksi

Bagaimana aku menghadapi niat buruk orang yang menggunakan kelemahan-kelemahanku?  Dan apakah aku menggunakan pola yang sama ketika aku menaruh ketidaksukaan dan syah kepada orang lain yang berhasil?

Doa 

Ya Bapa, semoga pembelaanMu, membuat aku semakin kuat dan tangguh berhadapan dengan syak dan kebencian yang muncul menyerang aku. Amin.

Perutusan

Aku tenang dan sabar dalam menghadapi syak dan kebencian serta menunjukkan pembelaanku dalam konsistensi dan cara hidupku yang benar.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: