Lentera Keluarga – Rabu, 09 Agustus 2017: Percaya dan mengambil resiko


Bacaan:  Bil 13:1-2a.25-14:1.26-27.34-35; Mzm 106:6-7a.13-14.21-22.23; Mat 15:21-28.


Renungan


KEPULANGAN para pengintai membawa kabar di satu sisi menggembirakan tentang adanya susu dan madu; tetapi di lain sisi membawa kegentaran tentang situasi dan kondisi kota. Tanah terjanji telah dikuasai oleh orang-orang lain yang digambarkan  dengan begitu hebat: bangsa kuat, kota berkubu, keturunan suku-suku besar; kemudian masih diberi kabar busuk: memakan penduduk, keturunan raksasa..kabar ini membawa kedukaan. Mereka tidak lagi berpegang pada perintah dan janji Allah, kecuali dua orang yang perpegang erat pada janji Allah yaitu Kaleb dan Yosua.  Mereka berdualah yang akan memasuki tanah terjanji.


Setiap keluarga tidak pernah lepas dari tantangan-tantangan hidup, baik ringan maupun berat. Namun pertanyaannya adalah bagaimana kita bersikap pada tantangan tersebut. Seperti bangsa Israel, kitapun kadang berpikir tertutup, … ini tidak bisa…..itu tidak bisa… segala kemungkinan jalan keluar dibantah sendiri…dan akhirnya kita tidak berbuat apapun juga selain meratap. Berhenti berbuat sesuatu membuat tantangan semakin lama semakin menumpuk dan menenggelamkan kita.


Kita diundang untuk berpikir seperti Kaleb, yang di satu sisi menyadari besarnya tantangan hidup tetapi tetap untuk percaya pada janji Allah dan berani mengambil resiko dengan penuh keyakinan. Karena iman dan keberanian inilah kita berjalan maju menghadapi tantangan hidup.


Maka penting bagi kita, sebelum kita berhadapan dengan persoalan-tantangan hidup, hal pertama yang harus kita hadapi adalah cara kita sendiri berhadapan dengan tantangan itu.


Kontemplasi


Gambarkan bagaimana tantangan disikapi oleh orang isrel dan Keleb.


Refleksi


Bagaimanakah cara berpikir yang kugunakan ketika aku dan keluargaku menghadapi tantangan-tantangan hidup?


Doa 


Ya Bapa, semoga aku semakin percaya pada janjiMu dan berani mengambil resiko  untuk menghadapi tantangan hidup. Amin.


Perutusan


Aku percaya pada janji Allah yang turut bekerja dalam menghadapi tantangan-tantangan hidup.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: