Lentera Keluarga – Pengampunan Allah


Jumat, 9 Maret 2018.
Bacaan: Hos 14:2-10; Mzm 81:6c-8a.8b-9.10-11b.14.17; Mrk 12:28b-34


Renungan


HOSEA menggambarkan bagaimana Allah dengan segera menerima pertobatan setiap orang tanpa ada aneka catatan dan syarat. Allah segera memberikan pengampunan dan berkatNya tanpa menunda-nunda : “Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan; Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela sebab murkaKu telah surut dari pada mereka”.


Sikap Allah ini hendaknya menjadi dorongan bagi kita untuk segera dan tidak berlambat-lambat dalam bertobat. Allah tidak menghukum kita atas pelanggaran yang telah kita perbuat. Ia tidak menuntut kita aneka syarat supaya kita diampuni atau menunda-nunda untuk mengampuni kita.  Tidak ada yang perlu kita takutkan untuk datang kepada imam mengakukan segala dosa dan kelemahan kita terutama di masa yang berahmat ini. Melalui imamNya, Tuhan akan mengampuni kita dan tidak akan mempermalukan kita atas dosa-dosa kita.


Demikian juga hendaknya kita juga mengenakan sikap Allah ini terhadap saudara-saudari kita yang meminta ampun kepada kita. Pengalaman sakit hati dan terluka kadang menghambat kita untuk segera mengampuni dan membangun rekonsiliasi. Pengalaman sakit hati dan terluka pula yang membuat kita memberikan aneka syarat dan menunda-nunda untuk memberikan pengampunan. Ataupun kalaupun pengampunan itu kita berikan, pengampunan itu tidak disertai dengan pemulihan relasi. Kita perlu datang kepada Tuhan untuk menimba semangat keharimanNya, supaya kita mampu untuk melepaskan diri dari pengalaman terluka dan maju dalam cinta kasih.


Kontemplasi


Gambarkan bagaimana sikap Allah terhadap pertobatan orang berdosa.


Refleksi


Apakah aku dengan berani dan rendah hati datang kepada Tuhan untuk memohon pengampunanNya melalui sakramen rekonsiliasi?


Apakah aku juga mengenakan kerahiman Allah yang dengan segera dan tanpa syarat menerima pertobatan orang yang bersalah kepadaku?


Doa


Ya Bapa, aku datang kepadaMu mengakukan segala kesalahan dan dosaku. Limpahkanlah kerahimanMu dan pulihkanlah hidupKu di dalam rahmatMu. Amin.


Perutusan


Terimalah sakramen pertobatan dan belajarlah mengampuni sebagaimana Allah mengampunimu.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.