Lentera Keluarga – Musim Panen


Sabtu, 14 Oktober  2017.
Bacaan:  Yl 3:12-21; Mzm 97:1-2.5-6.11-12; Luk 11:27-28.


Renungan


Yoel artinya adalah Tuhan itu adalah Allah. Bagian terakhir kitab Yoel ini mengisahkan kepada kita hari Tuhan sebagai sebuah musim panen. Masa panen adalah masa yang menggembirakan dan juga masa penghakiman, untuk memilah hasil  dan sampah panenan.  Bagi mereka yang merindukan Allah, Hari Tuhan adalah sebuah berkat dan kemenangan; dan bagi mereka yang memusuhi Allah, hari Tuhan menjadi sebuah penghakiman bagi hidup mereka. Hari Tuhan adalah Hari Perjumpaan dan kesatian Pribadi dengan Allah.


Perkawinan merupakan salah satu cara hidup dimana kita membangun sebuah relasi yang mendalam dan intens. Relasi ini dinamis, kadang begitu akrab dan mendalam; tetapi juga kadang terasa jauh dan tak berasa apapun. Dalam dinamika seperti inilah, suami dan isteri semakin merasakan dan menemukan kesatuan yang mendalam “menjadi satu daging”.


Paus Fransiskus mengatakan dalam Amoris Laetita bahwa perkawinan adalah jalan yang digunakan oleh Tuhan untuk mengantar suami isteri pada pengalaman rohani yang mendalam. Di dalam perkawinan inilah, setiap pribadi belajar untuk mencintai seperti Yesus mencintai dan mengenal-merasakan kasih Kristus melalui diri pasangan. Jadi kita tidak hanya dekat, bersentuhan, mesra dan bersatu dengan pribadi  pasangan kita; kita bersentuhan dengan Tuhan sendiri.


Hari Tuhan adalah sebuah hari perjumpaan dengan Tuhan; dan hari itu akan menjadi hari yang indah bagi kita, karena kita sudah menjumpainya dan terus ingin menjumpainya dalam dan melalui pasangan hidup kita. Kebersamaan akan menjadi sebuah sukacita.


Ketidakmampuan kita untuk membangun relasi dan komunikasi yang mendalam dan intens dengan pasangan yang kelihatan juga akan membawa kita kesulitan untuk menikmati perjumpaan dengan Tuhan yang tidak kelihatan.  Sebagaimana kebersamaan yang terjadi tanpa komunikasi akan terasa tidak nyaman, demikian juga halnya perjumpaan kita dengan Tuhan juga tidak akan terasa nyaman.


Kontemplasi


Gambarkan bagaimana Hari Tuhan itu digambarkan oleh Yoel sebagai sebuah sukacita perjumpaan.


Refleksi


Bagaimana aku membangun relasi dengan pasanganku? Apakah aku juga menyadari bahwa relasiku dengan pasanganku juga mempunyai makna dalam relasiku dengan Tuhan?


Doa 


Ya Bapa, ajarilah aku untuk semakin menangkap misteri kehadiran kasih Yesus dalam perkawinanku. Amin.


Perutusan


Ungkapkan kasih anda kepada pasangan sebagai Tuhan mengasihi dan terimalah kasih pasangan sebagai kasih Tuhan kepada anda.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: