Lentera Keluarga – Menularkan Rahmat


Selasa, 24 Oktober 2017.
Bacaan: Rom 5:12.15b.17-19.20b-21; Mzm 40:7-10.17; Luk 12:35-38.


Renungan


PAULUS mengungkapkan bagaimana dosa itu diturunkan dan disebarkan, baik melalui pembelajaran maupun melalui kelahiran. Demikian juga halnya dengan rahmat pembenaran dan kasih karunia Allah dilimpahkan kepada semua melalui Yesus Kristus.


Penyebaran dosa dan rahmat ini juga dapat kita lihat dalam hidup berkeluarga. Sikap, kebiasaan, cara hidup orang tua yang buruk (ketidaksetiaan, kdrt, cuek, emosional dll) dapat mengakibatkan pengalaman luka di dalam hati kita; Kita luka karena trauma, rasa bersalah ataupun tertolak oleh mereka; dan jika luka ini tidak kita olah dan kita sembuhkan, maka kitapun juga akan membawa-meneruskan luka ini pada keluarga kita sekarang, pasangan dan anak-anak kita. Apa yang tidak kita sukai dari orang tua kita itu, justru kita praktekkan sendiri dalam keluarga kita sekarang.  Richard Rohr OFM mengatakan ” “Pain that is not transformed is transferred.” atau dengan kata lain “hurt people hurt people.” Kita  adalah orang yang terluka dan sekaligus meneruskan luka tersebut.


Maka penting bagi kita untuk memulai sejarah baru dalam hidup kita; mengubah luka-luka dari keluarga itu dengan pengampunan dan rahmat. Pengampunan kepada keluarga asal, berdamai dengan orang tua, menjadi syarat utama bagi kita untuk mengalami pemulihan dalam keluarga kita sekarang ini. Mengampuni berarti kita memutuskan untuk tidak meneruskan rantai luka tersebut. Kita mengganti pengalaman traumatis, rasa bersalah dan penolakan masa lalu itu sebagai sebuah rahmat dimana Allah memberikan pelatihan bagi kedewasaan hidup kita sekarang. Sejarah baru hidup keluarga kita dapat kita awali melalui pengampunan yang kita berikan dan rahmat Allah yang kita mohonkan selalu.  Mengingat dan menyimpan luka masa lalu sama dengan menggendong mayat yang membusuk dipunggung kita dan semakin lama kitapun juga akan busuk; Kita harus meletakkannya dan menguburkannya untuk dapat menggendong Kristus yang memberikan kesegaran dan sukacita.


Kontemplasi


Resapkanlah kata-kata Paulus tentang bagaimana dosa dan rahmat itu menyebar dan mempengaruhi banyak orang.


Refleksi


Apakah aku berani mengolah dan menyembuhkan luka-luka lama dengan keluarga asalku? Sadarilah apa yang akan terjadi pada keluarga anda sekarang, jika anda tidak menyelesaikan luka lama anda?


Doa 


Ya Bapa, semoga aku membawa nuansa dan cara hidup baru dalam keluargaku yang sekarang, dengan berdamai dengan keluarga asalku. Amin.


Perutusan


Aku menyembuhkan luka melalui pengampunan kepada keluarga asalku dan membawa Kristus dalam cara hidup keluargaku yang sekarang (Morist MSF)


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.