Lentera Keluarga – Menghormati Dan Mendoakan


Kamis, 2 November 2017.  PW Arwah Semua Orang Beriman
Bacaan: 2Mak 12:43-46; Mzm 130:1-2.3-4.5-6a.6b-7.8: 1Kor 15:12-28:  Yoh 6:37-40


Renungan


SETELAH mengenangkan gereja yang mulia yaitu orang-orang kudus, kita mengenang dan mendoakan gereja yang berada dalam masa penantian yaitu saudara-saudari kita yang telah meninggal Penantian ini akan berhakhir pada kedatangan kedua Yesus dan penghakiman akhir; ketika orang-orang mati dibangkitkan dan dihakimi.


Kebiasaan berdoa untuk mereka yang meninggal ada dalam tradisi Yahudi termasuk jaman para rasul. Doa ini didasarkan pada kuasa dan kehariman Allah yang mengatasi kematian. Sebagaimnana doa untuk mereka yang masih hidup, doa-doa bagi orang yang telah meninggal juga ada manfaatnya.


Selain doa, kita juga memohonkan indulgensi, yaitu penghapusan denda dosa. Karena orang yang meninggal tidak bisa membuat tebusan atas dosa dan kesalahannya sewaktu masih hidup, maka kita yang masih hidup dipanggil untuk mengemban tanggungjawab memulihkan keadilan itu dengan aneka cara: mendoakan (misa), membuat derma, berbuat baik dan mendoakan Paus. Permohonan ini ada manfaatnya bagi pemulihan keadilan di dunia ini dan bagi pribadi mereka yang telah meninggal.


Yang paling mendasar kita menghindari prinsip “do ut des” rahmat atau mendikte Allah. Janganlah kita yang masih hidup ini menggunakan prinsip “paling besok waktu meninggal juga ada yg mendoakan”  atau “besok Tuhan juga mengampuni”.  Jangan mencobai Tuhan. Sangatlah bermanfaat jika kita hidup benar selagi kita masih ada di dunia ini.


Hari ini kita kenangkan orang tua kita, sanak kerabat kita, yg telah mendahului kita. Kita bersyukur mengenal mereka. Karena mereka kita juga mengenal hidup dan mengenal keselamatan. Dalam rasa syukur itu kita doakan mereka dan kita mohonkan indulgensi untuk mereka dengan turut “memikul” beban keadilan yang harus mereka lakukan di dunia ini dengan misa, mendoakan paus, membuat derma dan berbuat baik kepada orang lain.


Kontemplasi


Gambarkan bagaimana tradisi Yahudo menghormati orang mati dan berdoa bagi kedamaian jiwanya.


Refleksi


Apa hal-hal yang dapat kubuat sebagai bentuk tanggungjawabku, sebagai gereja yang masih berziarah ini, bagi mereka yang telah berpulang?


Doa 


Ya Bapa, semoga karena belaskasih dan keharimanMu, jiwa-jiwa umat beriman beroleh istiralah abadi di dalam Mu. Amin.


Perutusan


Aku mendoakan mereka yang telah berpulang dalam novena


Tuhan Yesus,  oleh karena dukacita yang Kau-alami dalam sengsara-Mu di Taman Getsemani, di dalam penganiayaan-Mu dan pemahkotaan-Mu dengan duri, di jalan ke Kalvari, di penyaliban-Mu dan kematian-Mu, berbelaskasihanlah kepada jiwa- jiwa di Api Penyucian, dan terutama kepada mereka yang paling terabaikan; mohon bebaskanlah mereka dari penderitaan yang mereka tanggung; panggillah mereka dan terimalah mereka kepada rangkulan-Mu yang termanis di surga ….


Bapa Kami …. Salam Maria ….


Berikanlah istirahat kekal kepada mereka, O Tuhan, dan biarkanlah terang yang abadi bersinar atas mereka. Semoga jiwa- jiwa orang beriman, melalui belas kasihan Tuhan, beristirahat dalam damai.


Amin.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.