Lentera Keluarga – Menerima Didikan Tuhan


Kamis, 8 Maret 2018.
Bacaan: Yer 7:23-28; Mzm 95:1-2.6-7.8-9; Luk 11:14-23


Renungan


DALAM Kitab Yeremia, Allah menggambarkan Israel sebagai bangsa yang tegar tengkuk “….mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan  dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan punggungnya dan bukan mukanya.”  Gambaran ini merupakan gambaran seorang anak yang menolak pengajaran orang tua atau “lari” dari nasihat yang benar, karena keyakinan-keyakinan jahat yang mereka anut.  Sikap itupun tercermin dalam sikap yang ditunjukkan orang banyak ketika melihat Yesus mengusir setan. Mereka menyebar “hoax” dan menjatuhkan kredibilitas Yesus dengan mengatakan bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Dua kecenderungan orang yang “tegar tengkuk”dalam iman adalah : sulit mendengarkan pengajaran dan menyebar “hoax” atas kebaikan Tuhan.


Dalam masa prapaska ini, kita diingatkan oleh kedua bacaan ini, untuk menghindari sikap “tegar tengkuk” : sulit untuk mendapatkan masukan baik dan bersikap negatif akan segala hal yang baik.  Semakin kita tegar tengkuk, segala pengajaran iman yang pernah kita dalami tidak ada artinya lagi karena kita dikuasai pikiran-pikiran kita sendiri dan sikap resistensi. yang akhirnya membuat kita berpikiran buruk terhadap orang-orang yang ada di sekitar kita  Tetapi semakin kita berani menyediakan hati dan telinga yang lapang bagi pengajaran dan kehendak Tuhan, kita semakin membiarkan diri kita dibentuk oleh Tuhan menjadi pribadi yang semakin dewasa dan matang.


Demikian halnya dalam relasi di dalam keluarga. Jangan menolak nasihat baik dan didikan Tuhan melalui masukan anggota keluarga kita. Jangan lari dari nasihat orang tua atau memunggungi pandangan-pandangan anggota keluarga kita karena prinsip-prinsip hidup yang kita. Semakin kita mendengar, semakin kita taat pada ajaran dan kehendak Tuhan, semakin kita berpikir positif. semakin kita mampu menerima didikan Tuhan.


Kontemplasi


Gambarkan bagaimana Allah menggambarkan umatNya Isreal yang “tegar tengkuk”.


Refleksi


Bagaimana sikapku terhadap pengajaran iman yang diberikan oleh Gereja? Bagaimana sikapku terhadap masukan dari orang-orang yang ada di sekitarku?


Doa


Ya Bapa, ajarilah aku menjadi anak yang mendengarkan dan taat pada didikan dan rancanganMu. Amin.


Perutusan


Jangan tolak didikan Tuhan.  Dengarkanlah setiap pengajaranNya dengan hati terbuka


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.