Lentera Keluarga: Keselamatan Itu Relasi

Rabu, 04 Oktober  2017.
PW. St Fransiskus Asisi.
Bacaan:  : Neh 2:1-8; Mzm 137:1-6; Luk 9:57-62

Renungan

Nehemia adalah penyaji minum untuk Raja Persia Arthasasta. Informasi tentang Tembok Yerusalem yang hancur, membawa ia juga pada kesedihan. Jika Ezra membangun Bait Allah, maka Nehemiah lah yang membangun Tembok Yerusalem.  Dikisahkan berkat usaha dan kerja keras maka dalam waktu 52 hari pekerjaan pembangun tembok itu sudah selesai. Keperdulian dan kerendahan hati Nehemia membawa hasil yang sangat bermanfaat bagi seluruh penduduk Yerusalem.

Kadang ada saudara-saudari kita yang datang kepada kita membawa kisah kepiluan dan persoalan hidup. Kadang kita sendiri juga tidak mampu untuk menolong karena keterbatasan kita.  Namun ketidakmampuan itu tidak boleh membuat kita untuk tidak perduli dan turut memikirkan jalan keluar. Namun jika kita perduli, Allahpun menunjukkan kebaikanNya kepada kita. Dengan ketulusan dan kerendahan hati, kitapun dapat memohon kemurahan orang lain untuk saudara-saudari kita yang menderita. Kita ikut bertanggungjawab atas kesulitan dan harapan saudara-saudara kita.

Dalam lingkup yang lebih sempit, keluarga, keperdulian yang sama juga perlu kita pupuk. Ketika seluruh anggota keluarga sibuk dengan urusan masing-masing entah pekerjaan ataupun pelayanan ataupun hoby, maka keperdulian satu terhadap yang lain juga semakin berkurang. Keperdulian mengajak kita untuk sejenak pause, mendengarkan anggota keluarga kita dan memberikan waktu-tenaga untuknya . Wakaupun kita mungkin tidak dapat membantu, tetapi keperdulian kita terhadap anggota keluarga kita sangat meringankan hidupnya.

Kontemplasi

Gambarkan bagaimana Nehemia dengan ketulusan dan kerendahan hati berdialog dengan Raja untuk kebaikan saudara-saudaranya di Yerusalem.

Refleksi

Bagaimana aku perduli terhadap kebutuhan saudara-saudaraku, dengan dengan tulus dan rendah hati mencari turut mencari jalan keluar atas persoalan-persoalan yang mereka alami?

Doa 

Ya Bapa, semoga aku semakin perduli dan ikut bertanggungjawab untuk kebaikan saudara-saudaraku yang membutuhkan.

Perutusan

Aku membangun sikap perduli dan ikut bertanggungjawab atas kehidupan saudara-saudaraku (Morist-MSF)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: