Lentera Keluarga – Kesaksian Roh Kudus

Sabtu, 06 Januari 2018.

Bacaan:  1Yoh 5:5-13; Mzm 147:12-13.14-15.19-20: Mrk 1:7-11

Renungan

DALAM suratnya yang pertama dan sekaligus ditegaskan dalam kesaksian Yohanes Pembaptis, Yohanes mengungkapkan bahwa Rohlah yang memberi kesaksian tentang Yesus. Tanpa kuasa dan anugerah Roh tidak mungkin Yohanes Pembaptis dan kemudian para murid Yesus dapat mengenal  Yesus Kristus. Kesaksian manusia dapat salah karena berdasarkan pada penafsiran dan pemikiran duniawi, tetapi kesaksian Roh adalah benar.  Dan kesaksian Roh itu berisi :”Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam AnakNya. Barangsiapa memiliki Anak Allah, ia memiliki hidup’; barangsiapa tidak memiliki Dia, ia tidak memiliki hidup.”

Iman akan Yesus sebagai Firman Allah yang menjadi manusia bukanlah sebuah rekayasa buah pemikiran penginjil atau murid-murid Yesus. Iman ini muncul karena Roh Kudus yang membuka mata iman mereka. Roh inilah yang juga membuka hati kita ketika kita mendengarkan kesaksian-kesaksian dari orang-orang lain tentang Yesus Kristus. Kita sekarang ini mengimani Yesus bukan hanya karena kesaksian orang lain, tetapi juga karena rahmat Roh Kudus yang menerangi budi kita untuk menangkap misteri Allah dalam diri Yesus Kristus. Hal kedua yang perlu kita garisbawahi dari kesaksian Roh itu adalah bahwa “barangsiapa percaya pada Yesus Kristus, ia memiliki hidup”.  Percaya itu berarti memberikan diri dan meneladani hidupnya. Dan anugerahnya luar biasa: memiliki hidup kekal yaitu hidup bersama dengan Allah untuk selamanya.

Janganlah kita merasa diri luar biasa, ketika kesaksian hidup kita membawa banyak orang pada pertobatan dan percaya pada Yesus. Bukan kita yang membuar mereka bertobat dan percaya kepada Yesus, tetapi Rohlah yang bekerja atas mereka. Kita juga tidak perlu bersedih hati, jika kesaksian kita yang berkobar-kobar kita bagikan, tidak membuat orang bergeming sedikitpun dari cara hidup lamanya. Kita juga tidak perlu minder jikalau kesaksian hidup kita itu biasa-biasa saja, karena Roh Kudus bisa saja membuka hati banyak orang melalui kesaksian yang nampaknya biasa saja itu. Sebagai pembicara, pemberi kesaksian, kita memang harus memohon pertolongan Roh Kudus untuk memimpin kita dalam memberikan kesaksian ; tetapi kita juga perlu berdoa bagi mereka yang mendengar kesaksian kita, supaya Roh Kudus membuka hati mereka untuk menerima Yesus dalam hidupnya. Roh Kudus itulah yang memberikan kesaksian dan kesaksianNya adalah benar.

Kontemplasi

Renungkanlah kata-kata Yohanes tentang Roh yang memberikan kesaksian tentang Yesus.

Refleksi

Bagaimana sebagai pemberi kesaksian aku menempatkan Roh Kudus sebagai pewarta utama?

Doa

Ya Bapa, semoga Roh Kuduslah yang menuntut kesaksian hidupku mengenai Yesus dan membuka mata hati banyak orang yang mendengar untuk bertobat dan percaya kepada Yesus, PuteraMu. Amin.

Perutusan

AKu memohon hikmat, sikap rendah hati dan menyerahkan diri kepada bimbingan Roh Kudus setiap kali akan memberikan kesaksian iman

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.