Lentera Keluarga Jumat, 4 Agustus 2017 – Waktu untuk bersatu dengan Tuhan dan keluarga

PW Yohanes Maria Vianney.

Bacaan:   Im 23:1.4-11.15-16.27.34b-37; Mzm 81:3-6b.10-11b; Mat 9:35-10:1

Renungan

TUHAN menetapkan hari-hari suci dimana umat Israel mempunyai waktu bersama secara  khusus untuk beribadat. Hari-hari besar yang ditetapkan antara lain: Hari Raya Paska, Hari Raya Roti Tak Beragi, Hari Raya Pendamaian, Hari Raya Pondok Daun dan Hari Raya Perkumpulan.

Demikian juga di dalam Gereja, kita mempunyai hari-hari khusus yang ditetapkan untuk berkumpul dan bersatu dengan Allah sebagai jemaat. Hari-hari kudus yg ditetapkan berdasar pada peristiwa peristiwa iman. Jenis-jenis hari raya itu ditetapkan dari urutan: Hari Raya, Pesta, Peringatan Wajib, Peringatan Fakultatif, Misa Musim dan Feria (hari biasa). Kesempatan itu adalah waktu emas bagi keluarga untuk berjumpa dan menikmati kebersamaan sebagai satu keluarga; terlebih lagi waktu itu menjadi kesempatan bagi keluarga secara bersama-sama untuk merayakan imannya.

Waktu untuk kebersamaan penting dan menjadi syarat mutlak bagi adanya sebuah kedekatan, baik kedekatan antar anggota keluarga maupun kedekatan kita dengan Allah. Untuk pasangan suami-isteri, perlu ada waktu bersama setiap hari 1-2 jam untuk bercengkerama dan menikmati kebersamaan. Tanpa itu relasi akan semakin lama semakin hambar. Demikian juga dengan keluarga, kita perlu menyediakan waktu bagi keluarga. Tetapi memberikan waktu saja tidak cukup. Waktu itu harus digunakan secara baik untuk interaksi dan membangun komunikasi. Jikalau kita menyediakan waktu bersama, tetapi tidak ada interaksi maka relasi kita akan hambar. Hal yang samapun terjadi dalam relasi kita dengan Tuhan. Semakin kita memberikan waktu bersama Tuhan, maka kitapun akan merasakan kedekatan dengan Tuhan.

Kontemplasi

Gambarkan bagaimana Allah menetapkan hari-hari suci bagi jemaat.

Refleksi

Bagaimana aku menyediakan waktu secara rutin bagi keluarga dan bagi Tuhan? Apakah aku dengan tekun memanfaatkan waktu-waktu kudus dan hari raya bersama dengan keluargaku?

Doa 

Ya Bapa, semoga waktu kebersamaan yang kami alami menjadi penguat relasi kami sekeluarga dan hari-hari kudus yang kami rayakan semakin membuat kami dekat denganMu. Amin.

Perutusan

Aku memperhatikan dan menghadiri Hari-Hari Kudus bersama dengan keluargaku

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: