Lentera Keluarga – Jangan Menyesali PanggilanNya


Senin, 06 November 2017
Bacaan: Rom 11:29-36; Mzm 69:30-31.33-34.36-37; Luk 14:12-14


Renungan


PAULUS dengan indah mengungkapkan Allah tak pernah menyesali kasih karunia dan panggilan yang Ia berikan kepada orang Israel maupun orang-orang di luar Israel untuk mengenal Yesus. Walaupun orang Israel dikatakan tidak taat, Allah tidak menarik panggilanNya. Ia menggunakan bangsa asing sebagai untuk meneguhkan kembali Israel. Allah tetap setia dan kebijaksanaan tak terselami.


Dalam suatu kesempatan, seorang anak datang dan mengatakan kepada orang tuanya bahwa saya menyesal bahwa orang tuanya membaptiskannya secara katolik. Ia berdebat dengan orang tuanya untuk memilih agamanya sendiri.


Dalam suatu kesempatan pula, suami isteri yang sudah 7 tahun menikah datang dan mengatakan bahwa “saya menyesal telah menikah dengannya”. Dengan mudah, karena emosi, orang mengatakan bahwa pilihannya tidaklah tepat.


Seorang religius-imam  ketika menghadapi krisis dengan tanpa pikir panjang dapat mengambil sebuah kesimpulan “ini bukan jalan saya”.  ” Saya sudah salah memilh jalan hidup”.


Menjadi pertanyaan bagi kita apakah kita akan mengatakan beberapa ungkapan tadi ketika hidup kita berjalan baik? Tentunya tidak.  “Penyesalan” ini adalah buah dari ketidaktekunan kita dalam membina diri dalam iman dan perkawinan. Tetapi satu hal yang perlu kita pegang adalah bahwa Allah tidak pernah menyesali panggilan yang diberikankan kepada kita untuk dibaptis sejak kecil dan menikah seseorang. Walaupun mungkin sekarang kita mengalami keraguan iman dan konflik yang menurut kita tidak mampu terselesaikan; kita percaya bahwa kebijaksanaan Allah akan kita alami jika kita belajar untuk setia dan taat.


‘Alangkah dalamnya kekayaan, kebijaksanaan dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-Nya,  tak terselami jalan-jalan-Nya!” Semoga kata-kata ini menjadi sumber pengharapan dalam hidup iman dan perkawinan kita.


Kontemplasi


Resapkan kata-kata yang diungkapkan Paulus dalam bacaan hari ini.


Refleksi


Apa artinya bagiku bahwa Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilanNya atas kita?


Doa 


Ya Allah, Engkau tidak pernah menyesali rahmat dan panggilan yang Engkau berikan kepadaku. Rahasia karyaMu tak terselami memulihkan hidupku dari ketidaktaatan dan dosaku. Amin.


Perutusan


Aku belajar untuk setia pada panggilan Allah dalam iman dan dalam perkawinan


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.