Lentera Keluarga – Hidup Kudus


Rabu, 1 November 2017.  Hari Raya Orang Kudus
Bacaan:Why 7:2-4.9-14: Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6: 1Yoh 3:1-3: Mat 5:1-12a


Renungan


HARI ini, Gereja mengenal orang-orang kudus, yaitu mereka yang sudah mulia bersama Allah di Surga. Orang-orang Kudus adalah orang-orang biasa yang berjuang tanpa henti memberikan diri kepada Allah dalam pergumulan. Ada satu Yang Kudus, tetapi banyak bentuk cara hidup kudus; ada imam, religius, pasangan suami isteri, orang tua, anak muda maupun anak-anak dalam aneka corak hidup mereka. Banyaknya orang kudus dalam gereja memberikan kepada kita teladan iman dalam situasi hidup yang konkret. Sebagai satu Gereja, kita menghormati orang-orang Kudus yang sudah mulia. Dan kita memohon doa dari para kudus di Surga untuk membantu kita bertumbuh dalam kesucian hidup. Tindakan itu kita sebut sebagai Devosi.


Kita sebagai kelaurgapun mempunyai teladan orang-orang Kudus. Secara mendasar, Keluarga Kudus adalah teladan kita.  Paus Leo XIII menyebut Keluarga Kudus, Yesus-Maria-Yusuf adalah  “divine patern for humanity”. Kita juga mempunyai Luigi  Beltrame Quattrocchi dan Maria Corsini, pasangan suami isteri Italia yang dikanonisasi menjadi Beato dan Beata karena perkawinan mereka oleh Paus Yohanes Paulus II 21 Ok 2001. Pada akhir Sinode Para Uskup Se Dunia, 18 Okt 2015, untuk pertama kalinya ada Santo dan Santa karena perkawinan dan hidup berkeluarga mereka yaitu : Louise Martin dan Marie Azelie Guerin, ayah ibu dari Santa Therese dari Lisieux. Sebagai pasangan suami  isteri dan orang tua, mereka bergumul dalam relasi, pekerjaan, pendidikan anak. Mereka mengalami proses kehilangan anak: 9 anak : 5 perempuan hidup jadi suster semua dan 4 anak meninggal. Mereka mengalami sakit dan ditinggalkan pasangan. Mereka adalah teladan keluarga dalam iman dan misi. Devosi kepada keluarga-keluarga kudus ini membawa kita, sebagai pasangan suami isteri untuk terus berjuang dalam kekudusan.


Paus Fransiskus mengungkapkan : Kekudusan tidak berarti kita harus melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi melakukan hal-hal biasa itu dengan iman dan kasih. Dalam aneka kesempatan, Pauspun mengungkapkan bahwa bentuk sederhana dari kekudusan adalah bersukacita dalam paasang-surutnya hidup.


Kontemplasi


Gambarkan bagaimana kekudusan itu digambarkan dalam Sabda Bahagia.


Refleksi


Apakah aku berdevosi kepada orang-orang Kudus? Bagaimana aku dan keluargaku mengusahakan kekudusan keluarga setiap hari?


Doa 


Ya Bapa, semoga teladan dan doa para kudus memberikan jalan dan semangat bagiku dan keluarga untuk terus memperjuangan kekudusan yang nyata dalam pergumulan hidup sehari-hari. Amin.


Perutusan


Aku membaca kisah hidup Louise dan Zelie dari beberapa sumber; dan membangun devosi bagi perkawinan dan keluargaku.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.