Lentera Keluarga – Dibenarkan Karena Iman


Jumat, 20 Oktober 2017.
Bacaan: Rom 4:1-8; Mzm 32:1-2.5.11; Luk 12:1-7


Renungan


ORANG dibenarkan karena iman bukan berdasarkan perbuatannya”.  Iman yang dimaksudkan oleh Paulus di sini bukanlah soal percaya-yakin akan kebaikan Allah tetapi soal tindakan iman-penyerahan diri total; dan perbuatan yang dimaksudkan disini adalah segala perbuatan baik manusia untuk mendapatkan keselamatan. Tindakan iman itu yang paling jelas nampak dalam kata-kata Yesus : menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Yesus.


Kerap kali kata-kata Paulus ini disalahmengerti dan disalahgunakan bahwa dengan percaya dan memberi diri dibaptis sudah cukup; atau sebaliknya dimengerti bahwa dengan berbuat baik saja cukup. Keselamatan bukan kita yang mengukur dan menentukan tetapi itu adalah hak Allah. Tetapi melalui Yesus, kita percaya bahwa iman menyangkut penerimaan iman itu terungkap dalam sakramen baptis dan iman ini harus dihidupi dengan cara mengikuti Yesus.


Hidup perkawinanpun sama, tidak cukup hanya saling menerimakan sakramen perkawinan dalam liturgi perkawinan, tetapi juga bagaimana kita menghayati hidup sakramental itu setiap hari melalui tindakan kasih yang sederhana. Kalau dua-duanya dilakukan maka kitapun akan mengalami “surga/keselamatan” dalam perkawinan kita.


Menjadi keluargapun sama halnya. Benar kita menjadi satu keluarga karena kita tinggal bersama dan ada ikatan darah yang ada di antara kita; tetapi kenyataan itu harus dihidupi melalui relasi bahwa keluarga itu juga menyangkut komunikasi kasih, kebersamaan, kedekatan, dan tindakan kasih sehari-hari antar anggota. Ini “surga-keselamatan”. dalam keluarga kita.


Kata-kata Paulus di atas mengingatkan kepada kita bahwa bahwa keselamatan bukan sekedar status baru “dibenarkan”, tetapi menyangkut juga cara hidupu “bagaimana orang meninggalkan cara hidup yang lama dan hidup benar”.


Kontemplasi


Gambarkan arti kebenaran iman yang diwartakan oleh Paulus kepada jemaat di Roma?


Refleksi


Apa artinya bagiku bahwa aku dibenarkan karena iman dan bukan perbuatan? Apakah aku hidup dalam iman dan cara hidup kristiani yang benar? Ataukah aku kerap mempertetangkan keduanya: cenderung untuk percaya saja atau sebaliknya merasa cukup dengan berbuat baik saja?


Doa 


Ya, Bapa, syukur atas rahmat keselamatan yang Engkau berikan kepadaku; semoga aku semakin hidup sebagai orang-orang yang diselamatkan. Amin.


Perutusan


Aku merenungkan bahwa keselamatan itu adalah anugerah Allah yang tak ternilai dan gratis (Morist MSF).


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan dibenarkan karena iman
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: