Lentera Keluarga – Damai Bagi Rumah


Rabu, 18 Oktober 2017.
Pesta St Lukas Pengarang Injil
Bacaan: 2Tim 4:10-17a; Mzm 145:10-11.12-13b.17-18; Luk 10:1-9.


Renungan


KETUJUHPULUH orang murid Yesus diutus pertama-tama untuk menyapa keluarga, memberikan salam damai sejahtera dan tinggal bersama mereka untuk beberapa waktu. Pewartaan Injil mengarah pada bagaimana menjadikan Injil sebagai sumber sukacita bagi setiap keluarga tanpa kecuali; entah dalam situasi biasa maupun dalam situasi keluarga yang khusus.


Paus Fransiskus dalam Amoris Laetitia mengungkapkan Sabda Tuhan penuh dengan kisah keluarga yang real yang hidup dalam tantangan dan kesulitan tetapi juga dalam Panggilan Suci keluarga. Kehadiran Sabda Tuhan bagi keluarga itu digambarkan seperti mercusuar yang memberikan penerangan dan penuntun bagi setiap keluarga tanpa kecuali untuk menemukan dan merapat kepada dermaga sukacita. Membawa Injil kepada keluarga berarti membawakan harapan, kegembiraan dan sukacita bagi keluarga dalam situasi hidupnya;bukan sebaliknya memberikan beban kepada keluarga dengan tuntutan-tuntutan doktriner yang tidak mungkin dipenuhi.


Kita, sebagai pendamping keluarga, di paroki,  wilayah, lingkungan atupun diingatkan kembali bahwa peran kita adalah membawakan Sabda Tuhan sebagai sumber sukacita bagi setiap keluarga. Tiga langkah utama kita untuk membawa Sabda Tuhan: mendengarkan, discernment dan integrasi. Mendengarkan berarti memahmi situasi keluarga sedalam dalamnya. Discerment berarti membantu keluarga untuk mengenal  kehendak Tuhan melalui Sabda Tuhan dan pengajaran gereja. Dalam proses discerment ini kita menghormati keputusan hati nurani setiap pribadi untuk mengambil keputusan di hadapan Allah Dan integrasi berarti menyatukan hidup keluarga dalam kesatuan dengan gereja.


Dengan ketiga cara ini, keluarga akan menemukan injil sebagai kabar sukacita bagi hidup mereka.


Kontemplasi


Renungkanlah mengapa keluarga menjadi sasaran penginjilan dan apa artinya membawa damai sejahtera bagi keluarga.


Refleksi


Bagaimana aku sebagai keluarga menjadikan Sabda Tuhan sebagai sumber sukacita keluargaku? Bagaimana aku sebagai pendamping keluarga menjalankan peranku sebagai penginjil keluarga dalam mendengarkan, berdiscernment dan integrasi?


Doa 


Ya Bapa, semoga SabdaMu menjadi sumber sukacita dan penerang bagi keluarga-keluarga terutama mereka yang berada dalam situasi mendung dan gelap. Amin.


Perutusan


Aku menjadikan Sabda Tuhan sebagai sumber sukacita bagi keluarga  (Morist MSF).


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.