Lentera Keluarga – Cor Unum Anima Una


Selasa, 7 November 2017
Bacaan:  Rom 12:5-16a: Mzm 131:1.2.3: Luk 14:15-24


Renungan


PAULUS menggambarkan Gereja sebagai Tubuh Kristus dan Kristus adalah kepala (sumber) yang dari padaNya Tubuh mendapatkan kehidupan. Membangun kesatuan hati, Cor Unum At Anima Una, diperlukan aneka keutamaan – kewajiban kristiani. Beberapa keutamaan yang disebut oleh Paulus adalah: 1) berbagi 7 karunia (charismata); 2) melakukan 13 keutamaan yang diawali dengan kasih (agape); 3) Memberikan berkat dan tidak mengutuk. Pokok-pokok itulah yang diberikan Paulus kepada jemaat di Roma untuk membangun diri sebagai sebuah gereja yang hidup.


Keluarga kita adalah ecclesia domestica, gereja rumah tangga.  Kesatuan hati dan jiwa tidaklah terjadi secara spontan dan otomatis, begitu kita menikah dan berkumpul. Kesatuan hati dan jiwa itu harus dikondisikan dan diciptakan oleh seluruh anggota keluarga tanpa kecuali. De fakto, dalam perkawinan kita berbeda dengan pasangan, dan kita tidak cocok. Demikian juga halnya, setiap anak juga kadang tidak cocok satu sama lain; karena perbedaan-perbedaan yang ada. Perbedaan merupakan potensi untuk semamkin berpisah tetapi juga semakin bersatu. Jika relasi tidak beres, maka perbedaan akan berpotensi menjadi konflik; tetapi jika relasi beres, perbedaan itu akan menjadi sebuah berkat bagi yang lain.


Berinspirasi pada nasihat Paulus, hidup berkeluargapun perlu mengembangkan ketiga pokok kewajiban kristiani itu untuk membangun kesatuan hati. Pertama, kita harus mau berbagi; tidak bersikap egois dengan memikirkan kepentingan dan kepentingan diri sendiri. Setiap anggota keluarga mengambil bagian dalam tugas-tugas rumah tangga sesuai dengan kemampuannya; Jangan jadi ephifit bahkan lebih parah lagi parasit di dalam keluarga.  Kedua, kita perlu mengambil inisiatif pertama untuk mengasihi;  tidak perlu gengsi, malu untuk mengungkapkan kasih atau meminta maaf atau memulai sebuah pembicaraan. Dan ketiga, kita perlu tetap memberkati walaupun mungkin kita mendapatkan kata-kata kasar, kotor ataupun tidak hormati. Dan yang paling mendasar dari semua adalah bahwa setiap anggota harus menjadikan Kristus sebagai sumber dan harus menciptakan waktu bersama untuk bersukacita sebagai keluarga.


Kontemplasi


Rasakanlah bahwa nasihat-nasihan indah yang diberikan oleh Paulus itu juga diberikan kepada kita.


Refleksi


Apa tantanganku dalam membangun kesatuan hati dalam perkawinan dan keluargaku? Apa usaha-usaha yang telah kulakukan untuk membangun kesatuan hati itu?


Doa 


Ya Bapa, jadikanlah kami satu hati dan satu jiwa dalam perkawinan dan hidup berkeluarga.


Perutusan


Aku mengembangkan ketiga pokok nasihat Paulus untuk membangun kesatuan hidup dalam perkawinan dan keluargaku.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.