Lebih Dari Emas Murni

Ayat bacaan: Mazmur 119:127
=========================
“Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua.”

lebih dari emas murniSetiap hari menulis renungan untuk hadir di ruang baca teman-teman selama tiga tahun sudah saya jalani. Ada kalanya saya mendapatkan banyak masalah untuk bisa memastikan renungan hadir tepat waktu setiap harinya. Koneksi internet tidak jalan, tumpukan pekerjaan yang menyita waktu, kondisi sedang tidak fit dan sebagainya. Tapi puji Tuhan, hingga hari ini semua masih bisa berjalan dengan lancar. Sewaktu pindah rumah beberapa bulan yang lalu pun ternyata Tuhan masih memampukan saya untuk terus menulis secara rutin meski ada begitu banyak kendala yang harus dihadapi. Tidak jarang saya harus duduk di warnet hingga larut malam untuk menulis dan mem-publish renungan setiap harinya. Saya tidak ingin renungan harian menjadi renungan dua harian atau malah mingguan atau bulanan, karena saya tahu firman Tuhan itu sangatlah berharga. Sehari tanpa firman Tuhan akan sangat terasa, dan itu semakin saya sadari semenjak saya mulai aktif menulis tiga tahun yang lalu. Jika bagi saya siraman firman Tuhan itu begitu vital, saya yakin kepada teman-teman sekalian pun demikian.

Apa yang saya alami selama 3 tahun ini sungguh luar biasa. Pertumbuhan iman dan pengenalan akan firman Tuhan, singkapan-singkapan rahasia di balik setiap firman, semua itu sungguh berguna dan berharga dalam menjalani hari demi hari. Transformasi diri, pikiran, kebiasaan dan sebagainya, itu semua saya alami. Saya menyaksikan begitu banyak mukjizat, sesuatu yang diluar nalar yang membuktikan besarnya kuasa Tuhan melebihi akal logika kita, dan satu hal lagi yang sangat berguna, saya melihat sendiri bagaimana pentingnya memegang janji Tuhan, apalagi ketika kita berhadapan dengan hal-hal yang sulit. Permasalahan, penderitaan, kesesakan atau problema-problema lainnya dalam kehidupan, semua itu akan jauh lebih ringan untuk dihadapi dengan pegangan firman Tuhan, dengan menggenggam erat janji-janjiNya ketimbang harus menghadapinya sendirian tanpa pegangan apapun. Betapa berharganya, betapa bernilainya, betapa berkuasanya firman Tuhan. Tidak heran jika Daud mengatakan “Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua.” (Mazmur 119:127). I love your commandments more than gold, even more than refined gold.. itu kata Daud. Jauh lebih berharga dari emas murni sekalipun. Dalam waktu lain Daud juga mengatakan “..hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah.” (19:10-11). Daud menggambarkannya dengan begitu puitis, secara singkat apa yang ingin disampaikan olehnya adalah bahwa firman Tuhan sangatlah berharga dan bernilai, jauh melebihi apapun.

Jika hari ini anda mudah mendapatkan akses untuk mendengarkan, membaca dan merenungkan firman Tuhan, bersyukurlah. Sebab ada banyak saudara-saudara kita di berbagai tempat yang mendapatkan kesulitan dan keterbatasan untuk itu. Ada yang tinggal di pedalaman, ada yang tinggal di negara-negara di mana sulit untuk mendapatkan gereja atau kendala-kendala lainnya yang terlalu banyak untuk disebutkan satu-persatu. Saya sangat bersyukur karena bisa berbuat sesuatu untuk teman-teman yang sulit mendapat akses seperti itu. Bagi saya firman itu sangat berguna, saya yakin demikian pula bagi anda semua. Kerinduan saya akan firman Tuhan itu mutlak, karena jika hari ini saya masih bisa berdiri tegak di tengah segala goncangan, itu karena saya memegang erat semua janji Tuhan dengan penuh keyakinan. Berkali-kali Tuhan telah menunjukkan kuasaNya yang ajaib, dan jika kemarin Dia bisa, besok pun pasti sanggup. Sebab Tuhan itu tetap sama, dahulu, sekarang dan sampai selamanya.(Ibrani 13:8).

Firman Tuhan dikatakan “hidup dan kuat, hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12). Dahulu saya sempat bingung ketika mendengar ayat ini, tapi saat ini saya menyadari betul bagaimana besarnya kuasa firman Tuhan itu. Saya selalu rindu untuk membagi berkat kepada teman-teman sekalian setiap harinya, dan karena itu kendala apapun yang saya hadapi tidak lagi berarti dibanding berkat yang bisa sampai setiap hari ke hadapan anda semua. Saya rindu anda semua mengalami rasa haus yang sama akan firmanNya, saya rindu anda semua bisa mendapat berkat, saya rindu Tuhan bisa dimuliakan lewat tulisan-tulisan saya setiap hari. Saya rindu teman-teman yang berbeban bisa diringankan, yang sedang mengalami masalah bisa mendapatkan pemulihan. Selama Tuhan masih mempercayakan saya untuk menulis, saya akan terus menulis apapun hambatannya.

I love God’s commandments more than anything. It’s powerful, it’s miraculous, it’s amazing. Saya butuh firman Tuhan setiap saat, setiap waktu untuk terus meneguhkan saya untuk melewati hari-hari yang melelahkan. Firman Tuhan selalu bagaikan setetes embun penyejuk yang menyegarkan jiwa. Saya percaya firman Tuhan yang disampaikan tidaklah akan pernah sia-sia. “demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, “ (Yesaya 55:11). Semoga hal yang sama bisa berlaku pula buat teman-teman sekalian. Jika anda tidak mendapat kesulitan hari ini untuk bisa berdiam di dalam hadiratNya, mendengar suaraNya yang lembut dan terus dipenuhi dengan curahan kasihNya lewat firman-firmanNya, bersyukurlah untuk itu. Bagi teman-teman yang sulit mendapatkan akses, saya hanya ingin mengingatkan bahwa kasih Tuhan tetap hadir dalam diri anda semua. Tuhan mengasihi dan memberkati anda semua.

Kekayaan dunia sebesar apapun tidak akan bisa menandingi nilai sebuah firman Tuhan

Loading...

Published by Wilhelmina Sunarti

Membaca firman Allah setiap hari akan menjaga hati kita dari rasa lelah dalam memikul salib kita. Semoga tulisan para gembala yang ada pada website kami bermanfaat bagi Saudaraku semua. Salam damai dalam kasih Kristus...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.