Learn from the Past

Ayat bacaan: Mazmur 77:12-13
=========================
“Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.”

Sepertinya selalu saja sulit bagi kita, termasuk orang-orang percaya sekalipun, untuk bisa tetap tegar dan teguh dalam memegang pengharapan kepada Tuhan ketika badai menggoncang hidup kita dengan kerasnya. Kita cenderung cepat lemah, merasa khawatir dan takut lalu lupa bagaimana Tuhan dahulu pernah menyertai kita dalam mengalami kemenangan demi kemenangan dalam menghadapi situasi sulit. Kalaupun kita belum pernah mengalami sesuatu yang besar, kita selalu bisa belajar dari kesaksian orang lain karena jika Tuhan bisa berbuat sesuatu yang luar biasa bagi mereka, hal yang sama pun bisa pula berlaku bagi kita. Setidaknya kalau kita mengingat perjalanan hidup kita di masa lalu, kita pasti menemukan pekerjaan Tuhan yang indah atas kita. Lihatlah ucapan seorang petinju ketika hendak menghadapi lawannya. “Ya, sekarang ia jauh lebih kuat..tapi kalau dahulu Tuhan pernah memberiku kemenangan atas dirinya, aku tidak melihat alasan mengapa kali ini itu tidak bisa terjadi.” Ada kalanya kita harus terus melangkah meninggalkan masa lalu yang pernah membelenggu kita, tetapi di sisi lain kita harus belajar dari pengalaman-pengalaman di masa lalu, baik yang kita alami sendiri maupun lewat pengalaman orang lain, baik atau buruk, termasuk pula berbagai pengalaman para tokoh yang dicatat dalam Alkitab.Dari kegagalan kita bisa belajar setidaknya kita tidak jatuh lagi ke lubang yang sama, setidaknya kita tahu harus bagaimana untuk lebih baik. Sedang dari kesuksesan kita bisa belajar tentang apa yang seharusnya dilakukan sehingga bisa berhasil.

Kita harus banyak belajar dari para pendahulu kita atau hal-hal yang telah mereka alami, termasuk apa yang sudah pernah terjadi dalam hidup kita atau orang-orang terdekat kita. Benar bahwa kita memang harus selalu menatap ke depan dan meninggalkan pengalaman-pengalaman buruk di masa lalu yang potensial menjadi penghambat bagi kita untuk maju, tapi penting pula untuk belajar dari apa yang telah terjadi di belakang. Ketika kita berada dalam kesesakan misalnya, dan merasa bahwa Tuhan seolah-olah seperti meninggalkan kita sendirian menghadapi semuanya,  kita bisa menoleh sejenak ke belakang untuk melihat begitu banyaknya kemuliaan Tuhan yang Dia nyatakan dalam berbagai kesempatan. Mukjizat-mukjizatNya yang ajaib, berkat-berkatNya, penyertaanNya yang begitu setia, kasihNya yang luar biasa, semua itu tercatat dengan jelas dalam Alkitab dan dialami begitu banyak orang sampai hari ini, termasuk apa yang kita alami sendiri secara pribadi.

Pemazmur sadar betul akan pentingnya hal ini. Ia suatu kali berkata: “Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.” (Mazmur 77:1-13). Pemazmur mengambil waktu untuk mengenang kembali bagaimana keajaiban-keajaiban yang pernah dilakukan Tuhan sebelumnya, bagaimana Tuhan menyatakan kuasa dan kemuliaanNya turun atas manusia sejak jaman sebelumnya jauh sebelum masanya. Setelah merenungkan segala kebaikan Tuhan, ia sampai pada kesimpulan: “Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami?” (ay 14). Jika kita fokus hanya kepada penderitaan kita saja maka kita akan segera kehilangan sukacita, bahkan iman kita pun akan merosot drastis dalam waktu singkat. Di saat tekanan hidup mendera hebat, itulah saatnya bagi kita untuk  kembali mengingat-ingat segala sesuatu yang telah Tuhan lakukan kepada begitu banyak orang di masa lalu. Jika dulu Tuhan bisa melakukannya, maka hari ini pun Tuhan bisa, karena Tuhan tidak pernah berubah, baik dahulu, sekarang maupun selamanya. (Ibrani 13:8)

Jika anda memperhatikan seluruh isi Alkitab, anda akan menemukan bagaimana perbuatan-perbuatan Tuhan yang telah nyata pernah terjadi dalam begitu banyak kesempatan. Paulus mengingatkan bahwa ada masa-masa dimana penderitaan akan menghampiri kita,bahkan aniaya pun bisa kita alami. Orang jahat akan semakin jahat dan akan terus saling menyesatkan. Menghadapi itu semua, hendaklah kita tidak menjadi kehilangan harapan dan patah semangat. Kita diingatkan untuk terus berpegang kepada kebenaran, dan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepada kita. (2 Timotius 3:14). Ia kemudian berkata: “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.” (ay 15). Dan Paulus pun menekankan bahwa “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (ay 16). Dan dengan itulah kita bisa memperlengkapi diri kita untuk hidup tegar menghadapi kesulitan tanpa harus kehilangan iman kita.

Pesan yang sama diberikan Paulus pula kepada jemaat Roma. “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.” (Roma 15:4). Alkitab berisi begitu banyak hal yang dapat kita jadikan tuntunan bagaimana kita harus berlaku ketika kita menghadapi sesuatu. Kita bisa mendapatkan berbagai tips dan peringatan agar tetap hidup sesuai kehendak Tuhan, kita juga bisa mendapat penghiburan yang meneguhkan ketika tengah berada dalam kesesakan. Ada begitu banyak pergumulan di dalam Alkitab yang mungkin sedang kita alami hari ini. Para nabi dan tokoh-tokoh Alkitab telah menunjukkan bagaimana akhirnya Tuhan melepaskan mereka dan memberikan kemenangan. Sebaliknya ada pula tokoh-tokoh yang awalnya bersinar tapi kemudian berakhir dengan kehancuran, dan kita pun bisa belajar dari kegagalan mereka. Semua itu bisa kita jadikan pelajaran berharga, menjadi bekal yang sempurna dan lengkap untuk menatap hidup ke depan.

Janganlah terbenam pada penderitaan. Kita harus bisa bangkit dan ingat bahwa ada banyak hal yang bisa kita dapatkan lewat pengalaman-pengalaman para tokoh di Alkitab bersama Tuhan di masa lalu. Pergulatan dan turun naiknya iman banyak tokoh jelas dituliskan dalam Alkitab dan kita bisa belajar dari itu semua. Kita juga bisa belajar dari apa yang pernah kita alami, pengalaman hidup orang tua kita, orang-orang terdekat atau kesaksian-kesaksian banyak orang yang mengalami mukjizat Tuhan di masa sekarang ini. Jika kita menyadari hal ini, kita pun akan tahu bahwa Tuhan mampu melakukan segala hal, bahkan yang paling mustahil sekalipun menurut kemampuan berpikir manusia. Pada akhirnya kita akan bisa menyimpulkan hal yang sama dengan pemazmur ketika ia mengatakan “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.” (Mazmur 46:1). Tidak akan pernah sia-sia untuk mengandalkan Tuhan. Ketika kita sedang mengalami pergumulan, mari kita ingat kembali bagaimana Tuhan melakukan mukjizat-mukjizatNya di waktu lampau, dan marilah bersyukur sebab Tuhan yang kita sembah saat ini adalah Tuhan yang sama, baik kuasaNya maupun kasihNya.

Menataplah ke depan berbekalkan segala sesuatu yang telah tertulis dahulu

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.