Lazarus yang Rendah Hati

615 rich poor Gina Sanders shutterstock

BANYAK orang bertanya, seperti apakah surga dan neraka itu? Apakah seperti taman di padang rumput hijau? Apakah seperti bara api yang panas? Kita tidak tahu karena belum pernah mengalami.

Sabda Tuhan beberapa hari lalu mengkisahkan Lazarus yang miskin dan orang kaya. Semasa hidup, Lazarus menderita kelaparan. Sedangkan si kaya mengalami kemewahan.

Keduanya meninggal dunia. Lazarus duduk di pangkuan Abraham, sedangkan si kaya di bara api. Dari kisah ini, saya menjadi tahu gambaran surga dan neraka. Namun pertanyaannya adalah apakah hanya orang miskin yang bisa duduk di pangkuan Abraham? Sedangkan si kaya tidak.

Sabda Tuhan mau mengajak kita untuk berserah total kepada Allah sebagai orang beriman. Lazarus adalah pribadi yang berserah kepada Allah. Sedangkan si kaya adalah pribadi yang sombong sehingga ia melupakan Allah. Si kaya lupa bahwa kekayaan yang dimiliki pertama bukan dari usaha semata manusia tetapi campur tangan Allah. Lazarus memang miskin harta tetapi sikap berserah total menjadi kekayaan iman. Si kaya memang kaya harta tetapi kesombongan membuat ia miskin di hadapan Allah.

Kita tidak usah takut karena kekayaan kita. Hal penting setelah kita memperoleh kekayaan adalah syukur dan tetap berserah total. Kita tidak usah minder karena kemiskinan kita. Namun kemiskinan tidak berarti kita rendah di mata Allah. Namun kemiskinan semakin membawa kita untuk berharap dan berjuang.

Kita tidak usah menunggu mati dulu untuk memohon belas kasih Allah. Sejak kini, kita ingin terus berserah kepada Allah sebagai bentuk pertobatan di masa pra paskah ini. Kita tidak usah memikirkan surga dan neraka kelak. Namun kita ingin menghadirkan Allah dalam hidup agar kita senantiasa terarah kepada Allah.

Feel free untuk memohon belas kasih Allah.

Kredit foto: The Atlantic

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.