Lalu Muncullah Malaikat Rafael di Hadapanku

raphael-the-archangel-08

CAHAYA terang benderang menyilaukan berwarna keemasan tiba-tiba memancar di depan tubuh dan wajah. Terang itu tidak menyakiti tapi menghangatkan dan memberi kedamaian. Rafael atau Raphael (Isrofil), kami memanggil namanya.

Dialah sang penyembuh, malaikat yang diutus oleh Tuhan untuk memberi cahaya penyembuhan bagi setiap makhluk termasuk manusia yang membutuhkannya. Seperti itu saya mengenalnya dari Kitab Suci, Kitab Tobit. Beliaulah yang juga hadir dalam kehidupan putra Tobit, Tobiah (bahasa Yunani: Tobias), dari suku Naftali, yang diutus ayahnya yang buta untuk mengumpulkan sejumlah uang yang pernah disimpannya beberapa waktu sebelumnya di Kota Media, di Israel.

Saya yakin dengan kedatangannya dan tak ragu dia telah hadir, karena kami memanggil dengan namanya. “Malaikat Rafael datanglah, kami mohon bantuanmu,” begitu kami berdoa. Dan dalam hitungan detik, cahaya itu keluar. Sayang, saya tidak bisa melihat beliau.

Kuning Keemasan
Dalam sesi penyembuhan singkat dengan menggunakan metode hipnosis itu, teman saya Febi sebelumnya bercerita sedang menderita sakit lever. “Belum sampai mengeras tapi dokter bilang sudah tidak lagi berbentuk sempurna levernya,”ujar Febi. Maklum teman saya ini gemar minum alkohol. Bahkan beberapa tahun lalu dia pernah muntah darah akibat minuman ‘setan’ ini.

Saya pun kemudian menawarkan diri membantu dia. “Setelah saya induksi, kita nanti akan panggil Malaikat Rafael dan mohon padanya agar dia menyembuhkan sakit yang kamu derita,”ucap saya padanya. Dan Febi pun setuju.

Dalam sesi penyembuhan yang tidak terlalu lama, hanya satu jam itu pengalaman luar biasa kami alami bersama. Meskipun mata tertutup, Febi tetap bisa melihat kedatangan Malaikat Rafael. “Cahayanya terang keemasan. Sayapnya tidak sedang membentang, tersembunyi di belakang tubuh yang berjubah berwarna kuning keemasan. Mukanya bercahaya, sementara tangan kiri mengacungkan telunjuk dan menempelkan di mulut isyarat tidak mau bicara dan tangan kiri terbuka memberi energi,”ujar Febi.

Febi merasakan kehangatan yang luar biasa meski ruangan yang kami pakai di kantor pada jam delapan, Rabu malam itu dingin. “Hangatnya seperti cahaya matahari yang memancar di jam tujuh pagi,”ujar Febi.

Meski tidak bisa melihat penampakannya yang memberi kedamaian, saya bisa merasakan kedamaian dan energi luar biasa penuh kasih yang dipancarkan Rafael. “Terangnya juga mengenai tubuh mas,” kata Febi. Saya memang berdiri tidak jauh dari tempat duduk Febi, nggak sampai setengah meter jauhnya.

Tanpa prolog, sang malaikat langsung bekerja. Dia langsung mengerti apa yang kami minta malam itu. Tangan kirinya dengan kuku yang agak panjang dan indah menjulur membuka mengarahkan energi penyembuhan pada Febi. Rasa sakit di bagian lambung dan lever muncul sebentar. Sesudahnya rasa hangat dan nyaman yang dirasakan Febi.

Saya pun kebagian pancaran cahaya dan energi itu. Febi yang melihatnya dikuatkan dengan sensasi rasa yang saya rasakan sendiri. Bahkan hingga sesi penyembuhan selesai, rambut tangan saya berdiri, pori-pori kulit terbuka dan sensasi merinding masih terasa. Kebahagiaan saya rasakan saat itu juga. Demikian juga yang dirasakan Febi.

Agak mengagetkan setelah sesi penyembuhan hendak berakhir.”Ada suara yang berulang-ulang mengatakan ‘jangan usir saya, jangan usir saya’. Ini kayaknya penunggu ruangan ini,”ujar Febi. Rupanya energi malaikat ditakuti oleh mahkluk penunggu di ruang rapat kantor saya ini. Saya pun katakan pada Febi agar disampaikan pada si penunggu “kalau dia tidak berniat jahat, kita tidak akan usir dia.” Rupanya dia hanya tinggal dan tidak ada buruk yang dilakukannya.

Yang tidak bisa saya lupakan adalah pesan yang diberikan Rafael untuk saya tatkala menyembuhkan Febi. Dua kali dia mengatakan sesuatu. Pertama, pesannya berbunyi “jangan pernah berhenti mencari” dan “lindungilah orang yang kamu bantu.” Saya tidak tahu apa yang dimaksud karena sang malaikat menutup mulutnya lagi hingga dia menghilang.

Keesokan harinya, Febi pun merasakan tubuhnya bugar tidak seperti biasanya meski harus setiap hari mencoba teknik penyembuhan mandiri yang sudah saya ajarkan.

Hipnosis untuk penyembuhan
Pengalaman ini memberi sudut pandang baru bagi saya yang sedang belajar hipnoterapi. Rupanya hipnosis bisa saya pakai untuk membantu orang lain yang sedang sakit. Sebelum malaikat datang, saya mencoba agar Febi memindai seluruh tubuhnya dan melihat bagian mana yang sakit.

Dia berhenti pada bagian yang sakit, yakni lever dan lambung. Saat sampai di lever, saya memintanya membayangkan lever yang sehat dan sempurna yang ada di hadapannya. “Sekarang ambillah lever yang rusak yang kamu punya dan ganti dengan lever sehat yang ada di hadapannya,”kata saya memberi instruksi.

Cara yang mirip juga saya terapkan pada lambung Febi yang dilihatnya penuh cairan kuning.”Itu cairan obat,”katanya. Saya kemudian memintanya untuk menyedot cairan di lambung itu dengan sedotan, lantas meniupkan lambung dengan cahaya putih yang dia bayangkan ada di depannya sebagai terang penyembuhan Tuhan. Lambung pun kembali bersih dan terasa nyaman.

Ini yang ketiga kalinya saya menggunakan metode hipnosis untuk penyembuhan. Dan yang kedua kalinya menggabungkan metode hipnosis untuk memanggil malaikat (yang bukan pelindung kita sendiri) agar datang dan memberi penyembuhan. Tentu perlu ada bukti dan pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan apakah kondisi lever Febi sudah membaik. Namun, lepas dari semua itu, rasa luar biasa menyelimuti hati saya. Tidak ada rasa lelah sedikit pun, bahkan saya merasa bahagia setelahnya.

Rafael dalam Kitab Suci
Bila Anda belum tahu siapa Rafael. Dialah yang menampilkan diri sebagai sanak keluarga Tobit, Azaria, dan menawarkan bantuan serta melindungi Tobias dalam perjalanannya. Di bawah bimbingan Rafael, Tobias pergi ke Media. Sepanjang perjalanan, ia diserang oleh seekor ikan raksasa yang jantung, hati, dan empedunya diangkat untuk dijadikan obat.

Setelah tiba di Media, Rafael menceritakan kepada Tobias tentang Sarah yang cantik, yang berhak dinikahi Tobias karena mereka masih bertalian keluarga. Rafael menyuruh anak muda itu membakar hati dan jantung ikan itu untuk mengusir hantu itu ke Mesir Hulu, sementara Rafael mengikutinya dan mengikatnya. Sementara itu, ayah Sarah telah menggali liang kubur untuk diam-diam mengubur Tobias (yang diasumsikannya akan mati).

Ia terkejut karena ternyata menantunya itu tetap hidup dan sehat wal afiat, lalu ia menyuruh diadakan pesta pernikahan yang dua kali lipat besarnya (dan diam-diam menutup kembali lubang kubur itu). Karena ia tidak dapat berangkat karena pesta itu, Tobias mengutus Rafael untuk mengambil uang ayahnya.

Setelah pesta, Tobias dan Sarah kembali ke Niniwe. Di sana Rafael menyuruh orang muda ini untuk menggunakan empedu ikan itu untuk menyembuhkan mata ayahnya dari buta. Rafael lalu mengungkapkan jati dirinya dan kembali ke surga. Tobit menyanyikan lagu pujian, dan menyuruh anaknya meninggalkan Niniwe sebelum Allah menghancurkannya sesuai dengan nubuat nabi Nahum.

Doa kepada Malaikat Rafael
Kalau Anda ingin berdoa memanggil Malaikat Rafael, marilah berdoa seperti ini “Rafael, Saya bersyukur karena Tuhan telah mengutusmu untuk berbelaskasih pada manusia yang sedang berjuang secara fisik dan mental, emosional juga spiritual. Datanglah dan sembuhkanlah luka-luka dan sakit yang saya (kami) derita baik yang ada di tubuh atau jiwa. Saya bawa semua ini dalam doa. Semoga engkau berkenan memberi perhatian dan cinta bagi semua makhluk ciptaan Tuhan termasuk binatang-binatang dan lingkungan sekitar. Berilah kami inspirasi untuk dapat ambil bagian dalam tugas menjaga alam semesta ini. Tunjukkan pada saya/kami kehendak Tuhan yang sesungguhnya untuk memberi kasih dan perhatian pada yang sakit dan butuh pertolongan serta kesembuhan.” Amin.

Oleh Gabriel Abdi Susanto 

Artikel ini juga bisa dibaca di LIPUTAN6.com

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.