Lakukan Hari Ini Juga (2)

(sambungan)

Kemarin kita sudah melihat betapa pentingnya untuk saling mengingatkan satu sama lain dalam menghadapi hari-hari yang jahat. Kapan itu harus dilakukan? Besok? Lusa? Nanti? Kapan-kapan? Kalau ingat? Dalam Ibrani 3:13, Penulisnya menekankan kata “HARI INI”. Itu tidak boleh ditunda dan harus HARI INI juga. Mengapa harus ada penekanan seperti itu? Karena kita tidak tahu kapan waktu kita dipanggil kembali menghadapNya. Bisa puluhan tahun lagi, bisa beberapa tahun lagi, beberapa bulan, beberapa hari, atau bahkan mungkin saja ini hari terakhir kita di muka bumi. Menunda tidak akan membawa kebaikan, terlebih dalam hal saling mengingatkan di hari-hari yang jahat ini.

Selanjutnya, mari kita lihat kembali ayat berikut ini. “Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.” (Ibrani 3:13). Perhatikan tulisan yang saya cetak tebal. Gemar menunda-nunda dalam saling menasihati ternyata bisa membuat hati kita menjadi menebal dan mengeras sehingga semakin lama menjadi semakin rentan terhadap dosa. Terus berbuat dosa tanpa ada yang mengingatkan akan membuat kita semakin lama semakin terbiasa dalam dosa sehingga kitapun semakin tidak peka lagi terhadap berbagai penyimpangan. Itu merupakan salah satu alasan penting agar kita tidak menunda-nunda dalam hal saling mengingatkan satu sama lain. 

Pemazmur berkata “Masa hidupku ada dalam tangan-Mu.” (Mazmur 31:16). Panjang pendeknya usia kita itu ada di dalam tangan Tuhan. Menyia-nyiakan waktu yang masih ada untuk membawa yang sesat kembali ke jalan Tuhan akan membuat kita melewatkan sebuah kesempatan untuk memenuhi tugas sesuai panggilan kita di bumi ini. Hari ini mungkin merupakan kesempatan terakhir kita untuk memperoleh pengampunan Tuhan, atau jika kita sudah berjalan sesuai dengan kehendakNya, hari ini bisa menjadi kesempatan terakhir kita untuk membagikan kasih dan keselamatan yang telah dihadiahkan Tuhan kepada saudara-saudari kita, orang-orang terdekat dan yang kita kasihi. Sebaik apapun kita hidup, jika kita tidak mempedulikan saudara-saudari kita yang lain, semua itu akan sia-sia saja.

Tuhan Yesus sendiri telah mengingatkan agar kita bisa menghargai waktu yang ada dan memakainya semaksimal mungkin untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang telah dibebankan kepada kita. Perhatikan kata-kata Yesus berikut. “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” (Yohanes 9:4). Untuk pekerjaan yang dilakukan terburu-buru atau bahkan melewati tenggat waktu mungkin kita masih bisa berdalih dan terhindar dari berbagai bentuk konsekuensi, tapi itu tidak akan bisa terjadi dalam hal menunda untuk saling mengingatkan. Apabila waktunya sudah tiba dan kita masih belum melakukan apa-apa dalam hal kebaikan, maka konsekuensinya mau tidak mau harus kita tanggung tanpa ada satu dalihpun yang bisa menghindarkan kita dari itu. In this case, we can never be a “deadliner” and get away with it. Ada waktu dimana kita tidak bisa lagi berbuat apa-apa, maka oleh karena itukita harus bisa mempergunakan waktu dengan semaksimal mungkin. Dalam kesempatan lain Yakobus mengingatkan kita bahwa hidup itu singkat. “sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.” (Yakobus 4:14). Ia menyadari hal yang sama seperti Musa yang berkata dalam doanya: “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12).

Jika ada kesempatan yang masih diberikan Tuhan hari ini, baik untuk diri kita sendiri maupun untuk menasihati orang lain agar berubah dari jalan-jalan yang masih menyimpang dari suara hati Tuhan, manfaatkanlah itu dengan sebaik-baiknya dan jangan sia-siakan. Mari kita periksa diri kita dan lihat ke sekeliling kita hari ini juga. Jangan tunda lagi, karena tidak ada satupun dari kita yang tahu apa yang akan terjadi nanti.

Hargai kesempatan yang masih diberikan Tuhan dengan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: