Lakukan Hari Ini Juga (1)

Ayat bacaaan: Ibrani 3:13
==================
“Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.”

hari ini

Apakah anda termasuk orang yang suka menunda dan baru mengerjakan tugas pada saat-saat terakhir atau termasuk orang yang akan langsung memulai meski tenggat waktunya masih cukup lama? Saya termasuk orang yang lebih suka mengerjakan sejak awal. Ada beberapa keuntungan menurut pengalaman saya pribadi akan hal ini. Pertama, waktu yang lowong membuat saya bisa lebih tenang dan santai dalam bekerja, terutama dalam menulis yang menjadi pekerjaan saya sehari-hari. Kedua saya tidak harus panik ketika batas waktunya tiba, sehingga saya tidak perlu hidup dalam stres. Ketiga, hasilnya bisa jauh lebih baik ketimbang mengerjakan terburu-buru. Keempat, saya bisa punya waktu yang lebih lega yang bisa dibagikan buat istri atau untuk mengerjakan hal lainnya seperti menulis renungan setiap hari misalnya. Semua itu tidak akan bisa saya lakukan apabila saya menunda-nunda pekerjaan. Bagaimana jika ide mentok ketika anda sudah diburu waktu? Tentu hasilnya tidak akan bisa sebaik jika anda mengerjakannya secara santai dan perlahan. Sayangnya lebih banyak orang bertipe “deadliner” di muka bumi ini, atau bahkan banyak pula yang melanggar tenggat waktu karena terlalu santai. Banyak orang yang menjadi stres karena selalu terdesak oleh waktu, lalu berbalik menyalahkan yang memberi tugas, klien atau kambing hitam lainnya. Padahal kesalahan yang sebenarnya adalah pada ketidakmampuan membagi dan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.

Firman Tuhan mengatakan: “pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (Efesus 5:16). Kita sudah diingatkan akan pentingnya memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin, terlebih dalam hal saling mengingatkan satu sama lain. Mengapa? Karena hari-hari ini adalah jahat. Kita hidup di dunia yang berisi banyak godaan, penyelewengan dan penyimpangan, yang jika tidak hati-hati akan sanggup menjatuhkan kita dan menghancurkan apa yang sudah kita bangun dengan baik sejak semula. Tetapi pada kenyataannya kita seringkali lebih suka menunda-nunda dan menghindar. Mungkin kita merasa segan, merasa tidak sanggup atau merasa bahwa itu bukan tugas kita. Rasa individualisme manusia semakin lama semakin menebal. Untuk menolong orang yang jelas-jelas menangis di depan kita saja sudah semakin sulit, apalagi untuk mengingatkan orang untuk bertobat, atau malah tidak peduli terhadap diri kita sendiri. Adalah baik apabila kita sudah menjaga diri kita dengan serius untuk taat, tapi jangan lupa bahwa di sekeliling kita ada banyak orang yang masih tenggelam dalam jerat-jerat dosa. Waktu yang berjalan bagi mereka sama cepatnya seperti kita dan tidak ada satupun dari kita yang tahu kapan pastinya kita dipanggil pulang. Kita cenderung menunggu sampai orang lain yang menghampiri dan mengingatkan mereka, kita cenderung berdiam diri, tetapi pernahkah kita terpikir bahwa mungkin saja kita yang dipanggil untuk itu, mengingat mereka ada di dekat kita?

Firman Tuhan mengingatkan “Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.” (Ibrani 3:13). Pesan ini mengingatkan kita agar tidak menutup mata ketika melihat ada orang-orang yang masih tersesat. Kita sendiri mungkin masih melakukan beberapa hal yang bertentangan dengan firman Tuhan, dan untuk itu kita pun membutuhkan nasihat, teguran atau peringatan dari orang lain yang dekat dengan kita. Saling mengingatkan artinya berlaku timbal balik. Jika mereka menutup mata dan membiarkan kita tersesat, bukankah kita sendiri yang rugi? Begitu pula sebaliknya. Sebuah panggilan untuk menjadi terang dan garam bukan saja berarti bahwa kita harus berbuat baik dalam hidup kita, tetapi termasuk pula di dalamnya untuk saling mengingatkan, saling menasihati dan saling bantu.

(bersambung)

5 pencarian oleh pembaca:

  1. ilustrasi khotbah tentang kebersamaan
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.