Kunjungan Menggembirakan dan Menyelamatkan di Gua Maria Toro Katedral Atambua

HARI Selasa tanggal 31 Mei 2016 ini, kita menutup perziarahan kita selama sebulan bersama Bunda Maria. Selama sebulan ini kita berdoa rosario bersama, dari rumah ke rumah, dari keluarga ke keluarga. Kita saling mengunjungi, ada sukacita, tetapi lebih dar itu kita saling mendoakan, di sana terjadi keselamatan. Bulan Maria telah berakhir, tetapi panggilan untuk hidup seperti Bunda Maria tidak akan berakhir. Bulan Maria telah berakhir tetapi kiranya pengalaman kita selama sebulan ini semakin menyadarkan kita untuk terberkanjang dalam doa bersama Bunda Maria. Semoga Bunda Maria senantiasa mendoakan kita”.

Demikian kata Rm.Kristianus Fallo Pr dalam khotbahnya saat memimpin misa penutupan Bulan Maria di Gua Maria Para Beriman Toro, Paroki Katedral Atambua, pada Selasa, 31/05/2016.

Perayaan ekaristi berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah besar umat, meski suasana awal sempat diguyur hujan.

Salah seorang umat mengatakan, “Sudah menjadi tradisi bagi umat Paroki Katedral. Pada bulan Mei dan Oktober yang menjadi Bulan Maria dan Bulan Rosario, umat diberi kesempatan secara istimewa untuk menghormati Bunda Maria secara khusus dengan berdoa rosario dari keluarga ke keluarga, serta berziarah ke gua-gua Maria terdekat. Kami selalu membuka dengan perayaan ekaristi bersama di Gua Toro dan juga menutup persiarahan kami dengan misa bersama di tempat yang sama”

Seusai perayaan ekaristi, umat menyempatkan diri untuk berdoa pribadi di depan  Bunda Maria. Perayaan ekaristi ini dimeriahkan oleh koor dari kelompok THS/THM, Paroki Katedral Atambua.

avatar Pastor diosesan (praja) Keuskupan Atambua; sekarang bertugas pastoral di Paroki Katedral St. Maria Immaculata Atambua, Timor, NTT.

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.