Kunci Sukses Samgar (4)

(sambungan)

3. Lakukan apa yang bisa anda lakukan saat ini

Apakah Samgar menewaskan 600 prajurit Filistin dalam sekali pukul atau dalam beberapa kesempatan terpisah? Itu tidak disebutkan di dalam Alkitab. Tetapi jumlah 600 hanya dengan menggunakan tongkat penggiring lembu tentu sudah merupakan hal yang ajaib, sehingga berapa kali ia bertempur hingga mencapai jumlah tersebut bukan masalah sama sekali.

Apa relevansinya bagi kita saat ini? Perhatikanlah reaksi banyak orang yang memilih untuk apatis atau berpangku tangan karena merasa kontribusi atau peran mereka tidak akan berpengaruh banyak. Seorang teman pernah berkata bahwa ia tidak perlu berbuat apa-apa karena toh negara ini sudah terlanjur rusak. “Apalah artinya satu orang dibanding ratusan juta lainnya? Misalkan saya membantu satu orang, itu tidak akan memberi perubahan yang signifikan.” katanya. Tapi itu tidaklah benar. Itu sangat keliru. Tuhan akan memperhitungkan dan menghargai apapun yang kita lakukan dalam namaNya, meski dalam ukuran dunia itu sangat kecil. Yesus berkata bahwa secangkir air sejuk untuk orang yang membutuhkan pun sudah mendapat jaminan upah dariNya. “Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.” (Matius 10:42).

Atau anda merasa bahwa anda tidaklah layak atau sanggup melakukan sesuatu karena tidak memiliki kemampuan atau sumber daya apapun dalam diri anda. Tapi Tuhan sudah berkata bahwa “… apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti.” (1 Korintus 1:27-28). Tuhan tidak mencari orang-orang dengan kemampuan luar biasa, tetapi Tuhan mencari orang-orang yang dengan segala kerendahan hati mau untuk melakukan pekerjaan Tuhan di muka bumi ini. Kita bisa lihat profil orang-orang yang dipakai Tuhan secara luar biasa dalam Alkitab, seperti gembala ternak, tukang kayu, pemungut cukai, nelayan, bahkan orang yang tadinya luar biasa jahat seperti Paulus bisa menjadi ujung tombaknya dalam menyebarkan Injil ke penjuru bumi. Dalam sejarah dunia kita pun mengenal banyak nama yang bukan berasal dari orang berpengaruh, kaya raya atau pintar orasi tetapi ternyata mampu membawa dampak besar bagi perdamaian dunia dengan segala kebaikan didalamnya hanya dengan menggunakan apa yang mereka miliki dan menjalani panggilan mereka dengan serius dan sungguh-sungguh.

Jadi, apa yang bisa dilakukan satu orang menghadapi dunia yang sudah jungkir balik tidak karuan seperti sekarang? Apa yang bisa anda perbuat? Kitab Hakim Hakim mengangkat nama Samgar sebagai bukti nyata. Signifikankah apa yang ia perbuat? Tentu saja. Bagi Tuhan itu berarti. Bagi keluarganya itu berarti. Bagi bangsanya itu berarti. Ia menyelamatkan bangsanya dengan menumpas 600 tentara Filistin seperti yang disebutkan dalam Hakim Hakim 3:31, sebuah aksi yang membuat namanya tercatat dengan tinta emas yang masih bisa kita baca sampai hari ini.

Anda merasa kecil dan tidak punya sesuatu yang bisa diandalkan? Jika anda masih berpikir seperti itu, sudahkah anda memeriksa apa yang ada pada anda dan mempergunakannya? Jangan lupa pula kepada efek multitude atau berantai, dimana satu-dua orang yang melakukan perubahan akan diikuti oleh yang lain dengan jumlah yang terus berlipat semakin banyak. Hal kecil yang anda lakukan hari ini
bisa membawa hasil luar biasa pada suatu saat kelak, dan itu juga akan membuat anda tidak kehilangan upah yang berasal daripadaNya. Jadi jelas, anda bisa, dan harus tampil sebagai agen-agen perubahan dimanapun anda berada saat ini. Itulah kewajiban yang diharuskan Tuhan bagi kita semua.

Renungan panjang tentang Samgar hendaknya membuka mata kita bahwa apa yang mustahil bagi dunia tidak akan pernah mustahil bagi Tuhan. Kita tidak boleh berpangku tangan atau bersikap apatis, menunda untuk mulai melakukan sesuatu dan mengabaikan apa yang menjadi rencana Tuhan atas diri kita. Kita harus memeriksa apa yang ada, mengasah itu hingga tajam dan mempergunakannya sebaik mungkin. We have to take some action today. Jangan tunda lagi. Samgar ada sebagai contoh nyata dari Tuhan untuk kita, ikuti langkahnya dan teladani.

Belajarlah dari Samgar akan banyak hal agar hidup kita bermakna baik bagi Tuhan dan sesama

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.