Kunci Sukses Samgar (1)

Ayat bacaan: Hakim Hakim 3:31
===================
“Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel.”

Ada sebuah data menarik dari Hollywood yang dirilis tahun 2008 mengenai jumlah lawan yang ditewaskan oleh aktor-aktor laga terkenal dalam film-film mereka. Beberapa yang tertinggi diantaranya Sylvester Stallone dengan jumlah 449 orang dalam 19 film, Chuck Norris 455 orang dalam 27 film, Arnold Schwarzenegger sebanyak 538 orang dalam 20 film dan Jean-Claude Van Damme dengan jumlah 328 orang dalam 26 film. Jumlah ini dihitung hanya sampai batas tahun 2007, sehingga jumlahnya sekarang tentu sudah bertambah lagi mengingat mereka masih aktif bermain film laga, bahkan yang terlaris saat ini seri The Expendables sudah memasuki jilid 3. Berbagai senjata mereka pergunakan dalam menumpas lawan-lawannya, seperti senapan, pistol, machine gun, pisau dan sebagainya. Beberapa aktor yang jago bela diri mungki menggunakan keahlian mereka tanpa mempergunakan senjata. Bicara soal senjata, ada seorang tokoh dalam Alkitab yang ternyata mampu menewaskan musuh dalam jumlah yang jauh lebih banyak dari perolehan aktor laga di atas hanya dalam satu pertempuran. Berapa jumlahnya? Alkitab dengan jelas mencatat: 600 orang. Senjata yang digunakan bukan senjata api dan senjata tajam, melainkan tongkat penghalau lembu. Dia adalah Samgar.

Nama Samgar tidaklah seterkenal Daud atau tokoh-tokoh besar lainnya. Ini bisa dimaklumi karena namanya hanya disebut sebanyak dua kali di dalam Alkitab, yaitu pada pasal 3 dan dalam nyanyian Debora di pasal 5.  Kisah heroiknya bahkan hanya tertulis dalam satu ayat saja, yang saya jadikan sebagai ayat bacaan kita hari ini. “Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel.” (Hakim-Hakim 3:31). Dalam melawan jumlah sedemikian besar, Samgar hanya menggunakan satu tongkat penghalau lembu dan dengan itu ia berhasil menyelamatkan orang Israel. Ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa, yang akan sulit diulang oleh ahli bela diri terhebat sekalipun.

Sebelum kita lanjutkan, ada baiknya kita lihat terlebih dahulu latar belakang kisah ini. Tidak banyak yang bisa kita gali mengenai latar belakang Samgar selain merupakan putera dari Anat. Samgar hidup pada masa setelah Ehud yang sukses menundukkan bangsa Moab dan membuat Israel aman selama delapan puluh tahun. Lantas kondisi Israel di jaman Samgar bisa kita peroleh dalam kitab Hakim-Hakim pasal 5 lewat nyanyian Debora. Pada saat itu dikatakan bahwa keadaan Israel sangat senyap, sepi tanpa penghuni. Tidak ada pengembara yang lewat di tengah jalan karena mereka terpaksa menempuh jalan yang berbelit-belit. (Hakim Hakim 5:6-7). Bahkan  yang lebih parah dikatakan bahwa Israel saat itu mulai serong menyembah dewa. Akibatnya mereka kembali berada di ambang perang padahal tentara Israel yang jumlahnya 40.000 orang tidak satupun dilengkapi senjata dan perisai. (ay 8). Ini tentu situasi genting yang bisa menghancurkan Israel dalam sekejap mata. Bangsa Moab memang sudah dikalahkan oleh Ehud delapan puluh tahun sebelumnya, tetapi Israel punya banyak musuh, salah satunya adalah bangsa Filistin. Di saat genting itulah Samgar muncul untuk mengatasi situasi, menghalau dan menewaskan tidak kurang dari 600 tentara Filistin dengan hanya bersenjatakan tongkat penggiring lembu, sebuah tongkat yang biasa digunakan untuk memacu lembu membajak sawah. 

Apa yang kita hadapi hari ini tentu bukan bangsa Filistin atau Moab. Kita tidak berada dalam keadaan perang, tidak ada negara yang tengah menginvasi kita secara fisik, tetapi kita menghadapi banyak pergumulan terhadap berbagai masalah dan godaan yang tentu saja menjadi peperangan tersendiri bagi kita. Ada kalanya situasi yang kita hadapi pun sangat sulit, sama sulitnya bagai menghadapi 600 tentara sekaligus sendirian sehingga kita merasa tidak mungkin bisa mengatasinya. Maka sangatlah perlu untuk belajar dari tokoh-tokoh terdahulu yang sukses mengatasi kemustahilan, termasuk lewat kisah Samgar ini. Ada tiga hal yang bisa kita pelajari sebagai kunci sukses Samgar. Mari kita lihat satu persatu.

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.