Kunci Kerajaan Surga Berupa Pengampunan Dosa

Kingdom-screen

Minggu, 24 Agustus 2014
Minggu Biasa XXI
Yes 22:19-23; Mzm 138:1-3.6.8; Rom 11:33-36; Mat 16:13-20

“Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Matius 16:19)

Sementara bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang dan menurut kamu sendiri, siapakah Aku?” Yesus hendak mewartakan kunci Kerajaan Sorga kepada kita melalui St. Petrus.

Jawaban Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Matius 16:16) membuat Petrus terberkati. Yesus pun bersabda, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus..” Sabda ini masih berlanjut, “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Matius 16:17-19)

Mari kita cermati jawaban Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Matius 16:16). Mesias = Kristus. Siapakah Kristus, Putra Allah yang hidup? Dialah Sang Juruselamat dunia.

Bagaimana Dia menyelamatkan dunia? Injil mewartakan Kristus menjadi Juruselamat dengan mengapus, menebus dan mengampuni dosa-dosa kita. Dialah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Dialah Sang Mahapengampun. Tak seorang mati di kayu salib untuk menebus dosa dunia selain Kristus, Sang Mesias, Putra Allah yang hidup.

Maka, Yesus tak hanya sekadar orang hebat, utusan Allah seperti para nabi lain misalnya Yohanes Pembaptis, Elia atau Yeremia atau salah satu nabi-nabi besar. Yesus adalah Kristus, Mesias, Al Masih, Putra Allah yang hidup.

Yesus adalah Krisutus karena Ia wafat di kayu salib dan bangkit pada hari ketiga. Dialah penebus dosa kita. Dialah Penebus umat manusia.

Bagaimana Yesus menebus kita? Dengan wafat di salib dan bangkit untuk mengampuni dosa-dosa kita. Kunci pengampunan itu diserahkan kepada Petrus dan para pengganti Petrus. Kunci Kerajaan Sorga itu adalah Pengampunan!

Kita ingat, satu hari, Yesus bicara tentang pengampunan tanpa batas. Pengampunan tujuh puluh kali tujuh kali (bdk Mat 18:21-22).

Pengampunan tanpa batas itu kita alami melalui Sakramen Pengampunan. Sakramen ini menyatakan kasih dan kemurahan Allah yang tanpa batas. Sakramen ini erat terkait dengan misteri Paskah Kristus yang wafat dan bangkit bagi kita. Pengampunan menjadi kunci Kerajaan Sorga, sehingga kuasa maut tak akan menguasainya.

Persoalannya adalah apakah kita mau mengalami kunci Kerajaan Sorga itu? Paus Fransiskus menulis, “Allah tidak pernah lelah mengampuni kita. Kitalah yang sering lelah mencari Dia. Kita harus terus mencari Kristus dan belas kasih tanpa kenal lelah”

Yesus Kristus, Putra Allah yang hidup adalah Gunung Batu Karang kita tempat kita berdiri dan beroleh pengampunan dosa. Dengan demikian, kuasa maut tidak akan menghancurkan kita.

Melalui Petrus dan Gereja-Nya, Yesus melindungi kita dari kuasa maut yakni dosa. Bersama Petrus dan Gereja-Nya kuasa maut tak akan mampu menghancurkan iman dan hidup kita. Kristus melindungi kita dari setiap kejahatan dan membawa kita masuk ke dalam rahmat pengampunan-Nya.

Adorasi Ekaristi Abadi merupakan salah satu jalan menuju Kristus, Putra Allah yang hidup. Dalam Dia Allah mendamaikan kita. Adorasi Ekaristi Abadi salah satu cara kita menyembah Sang Kristus dan memperoleh perlindungan dari kuasa maut.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah wafat di kayu salib untuk mengampuni dosa kami. Dengan demikian kami terhindar dari kuasa maut. Bahkan Kau bebaskan dari kuasa maut. Ampunilah dosa kami dan jauhkanlah kami dari kuasa maut, yakni dosa. Lepaskan kami daripada-Nya berkat rahmat pengampunan-Mu kini dan selamanya. Amin.

Girli Kebon Dalem

Kredit foto: Ilustrasi (Courtesy of Matthew Molesky)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.