Kuasa Dibalik Doa

Ayat bacaan: Kolose 4:12
====================
“Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.”

Pentingkah kita mendoakan sesama kita? Atau pertanyaan lain, bisakah doa kita untuk orang lain membawa dampak besar? Dengarlah pengalaman saya pribadi. Jauh sebelum saya bertobat, ada sebagian dari teman kuliah saya yang berusaha untuk memperkenalkan Kristus kepada saya. Reaksi saya pada waktu itu negatif. Saya menertawakan mereka dan menolak mentah-mentah. Sekitar 6 atau 7 tahun kemudian saya mengalami pengalaman spiritual yang luar biasa, dan singkat cerita saya pun menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat saya. Setelah beberapa waktu teman-teman saya itu pun mendengar perihal pertobatan saya. Baru setelah itu mereka bercerita bahwa setelah saya menolak mereka dahulu, ternyata mereka tidak putus-putusnya membawa saya dalam doa bertahun-tahun. Bayangkan, mereka sudah saya kecewakan bahkan saya usir dari rumah, tapi ternyata mereka sama sekali tidak membenci saya. Mereka terus mendoakan saya. Saya berbuat jahat kepada mereka, tetapi mereka memilih untuk tetap mengasihi. “Tidak sia-sia kami terus mendoakanmu, Puji Tuhan, akhirnya doa itu didengar.” kata salah seorang dari mereka. Doa mereka memang membutuhkan waktu sampai tahunan, tapi lihatlah bahwa pada saatnya doa itu menjadi nyata.

Kita mungkin tahu, mungkin bakal tahu, mungkin juga tidak akan pernah tahu. Tapi tidakkah mungkin ada orang-orang yang terus bergumul mendoakan kita terus menerus, sehingga jika kita berada dalam keadaan baik dan terjaga hari ini, didalamnya ada andil dari mereka yang peduli terhadap kita lewat doa-doa yang mereka panjatkan untuk diri kita secara sungguh-sungguh dan kontinu? Gembala anda misalnya, tim pendoa di gereja, teman-teman persekutuan, orang tua anda, saudara, teman-teman, tetangga dan sebagainya. Bisa saja satu atau beberapa orang di antara mereka secara tekun bergumul dalam doa untuk kita setiap harinya. Ada kalanya dibutuhkan sebuah perjuangan berat diperlukan untuk mendukung sesama orang percaya atau yang belum percaya sekalipun yang keras kepala atau keras hati seperti sifat buruk saya dahulu, dan salah satu perjuangan itu sangatlah baik jika dilakukan lewat doa.

Alkisah, ada seorang hamba Tuhan bernama Epafras yang berada dalam penjara bersama-sama dengan Paulus. Namanya mungkin tidak sering kita dengar dan tidak seterkenal Paulus, Petrus, Barnabas dan beberapa rasul lainnya. Tetapi apa yang dilakukan Epafras mencerminkan kerinduannya untuk terus memberi dukungan kepada para jemaat lewat doa, dan itu cukup penting untuk dicatat dalam Alkitab. “Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.” (Kolose 4:12). Disini kita bisa melihat lewat surat Paulus bahwa Epafras tidak saja sekedar berdoa, tetapi dikatakan bergumul dalam doa-doanya untuk kebaikan jemaat. Tidak hanya sekali-kali bergumul, tapi dikatakan “selalu bergumul”, dan itu ia lakukan untuk jemaat Kolose supaya mereka bisa berdiri teguh seperti orang-orang yang dewasa yang punya keyakinan penuh akan segala yang dikehendaki Allah.

“Dan apa saja yang kamu minta dalam doa  dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:22). Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa ada kuasa yang sangat besar dibalik doa, apalagi jika dilakukan oleh orang benar. Mungkin Tuhan tidak menjawabnya dengan segera, tetapi ada saatnya nanti dimana kita akan bersukacita melihat doa kita mendapat jawaban dariNya. Dan jangan lupa pula ada prinsip ‘saling’ dalam hubungannya yang harmonis yang berlaku dalam banyak hal dalam kekristenan. Saling mengasihi, saling membantu, saling memberkati, saling mengingatkan, dan sebagainya, termasuk di dalamnya saling mendoakan. Kuasa dibalik doa orang benar dan prinsip ‘saling’, keduanya dirangkum oleh Yakobus dengan kalimat berikut: “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16). Saling mendoakanlah, karena doa itu punya kuasa yang besar.

Jika terhadap orang yang jahat kepada kita, yang memusuhi atau bahkan menganiaya kita saja harus dikasihi dan didoakan seperti seruan Yesus dalam Matius 5:44, apalagi untuk orang-orang yang kita kasihi. Kenapa kita tidak mulai mendoakan orang-orang yang kita kenal? Saling mendoakan, itu hal yang wajib untuk kita lakukan. Jangan hanya mementingkan diri sendiri saja, hanya ingin selamat sendiri tanpa mempedulikan keselamatan orang lain. Sikap seperti itu janganlah sampai menjadi pola pikir kita apalagi menjadi gaya hidup kita. Apakah kita mau bergumul dalam doa pula untuk meminta Tuhan menjaga orang-orang yang kita kasihi? Hari ini anda mungkin bisa memulainya dengan membuat daftar orang-orang yang akan anda doakan, dan mulailah doakan mereka. Sebuah doa yang dipanjatkan dengan rasa percaya dan dilakukan oleh orang benar akan sanggup membawa dampak besar atau perubahan positif bagi orang lain. Lewat doa kita bisa membawa mereka masuk ke dalam keselamatan. Sebuah doa yang sungguh-sungguh tidak akan pernah sia-sia,  bahkan ketika doa kita menuju kepada orang-orang yang anda rasa tidak mungkin bertobat sekalipun, seperti saya dahulu. Panjatkanlah doa syafaat bagi orang-orang yang kita kasihi dan kita kenal dengan baik, bagi pemerintah, teman-teman, keluarga dan sebagainya. Doa dari orang benar itu sangatlah besar kuasanya.

Doa yang sungguh-sungguh tidak akan pernah sia-sia

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.