Kreativitas (2)

(sambungan)

Bicara soal kreativitas Tuhan, itu bukan saja tercermin dalam proses penciptaan mula-mula di awal kitab Kejadian, tapi kita bisa melihat pula bagaimana kreatifnya Tuhan dalam mengulurkan tanganNya untuk melakukan pertolongan lewat jalan-jalan yang sulit ditebak oleh pikiran kita. Kita bisa mengambil sebuah contoh akan hal ini dari kisah perjalanan bangsa Israel menuju tanah yang dijanjikan. Tiang awan, tiang api, manna yang turun dari langit, daging dari burung puyuh, membelah Laut Teberau dan seterusnya, semua ini memperlihatkan kreativitas tinggi Tuhan dalam menolong umatNya. Yesus dalam pelayananNya di dunia pun banyak menggunakan metode kreatif. Menggunakan perumpamaan dalam mengajar, berdiskusi, tanya jawab, menyembuhkan bahkan membangkitkan, memberi contoh keteladanan, dan seterusnya. Yesus tidak pernah monoton dalam pelayananNya.

Di semua aspek kehidupan, kita tetap dituntut untuk bisa berpikir kreatif, baik dalam menciptakan sesuatu yang baru, yang inovatif, ataupun dalam menyelesaikan persoalan-persoalan. Kreativitas mandek, dijamin karir pun mandek. Rasanya tidak mungkin orang yang bisa sukses jika tidak pernah memperbaharui ilmunya atau berkembang, apalagi di jaman dimana persaingan begitu ketatnya seperti hari ini. Tanpa kreativitas kita pun tidak akan berkembang maju dalam segala hal. Kita tidak akan pernah belajar bagaimana menghadapi atau mengatasi berbagai persoalan dalam kehidupan. Ambil contoh kecil saja dalam kehidupan rumah tangga. Jika anda sudah tahu bahwa pasangan anda cepat emosi pada saat-saat atau alasan-alasan tertentu, kreativitas anda dalam menghadapi mereka akan membuat masalah cepat terselesaikan atau anda malah bisa menghindari terjadinya perselisihan sebelum itu muncul. Dalam dunia pelayanan kreativitas pun tentu diperlukan. Gembala harus kreatif memikirkan hal apa lagi yang bisa dibangun untuk meningkatkan iman dan pengenalan akan Firman Tuhan bagi jemaatnya serta membawa jemaat menjadi buah-buah matang yang memberkati di luar. Tim musik perlu kreatif untuk mengaransemen lagu-lagu pujian/penyembahan dengan variasi-variasi musik baik ritem, melodi, tempo dan sebagainya. Bagi yang punya karunia mengajar harus kreatif dalam cara penyampaian agar lebih mudah diterima dan sebagainya.

Kita tahu bahwa kreativitas sudah ada pada diri kita mewarisi sifat Allah yang menciptakan kita sesuai dengan gambar dan rupaNya. Pertanyaan selanjutnya, apakah Allah masih mementingkan hal ini setelah kita hidup di masanya kita? Tentu saja. Kita bisa mengetahuinya lewat kisah Bezaleel dan Aholiab yang membantu Musa membangun rumah ibadah dalam kitab Keluaran. “Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga; untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan. Juga Aku telah menetapkan di sampingnya Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan; dalam hati setiap orang ahli telah Kuberikan keahlian. Haruslah mereka membuat segala apa yang telah Kuperintahkan kepadamu.” (Keluaran 31:2-6). Bezaleel dikaruniai keahlian, pengertian/kebijaksanaan, pengetahuan, kecakapan dan kemampuan dalam kreativitas membuat rancangan-rancangan dari emas, perak dan tembaga, mengasah batu permata dan mengukir kayu. sedang Aholiab diberi karunia untuk membantu Bezaleel. Dari mana mereka memperoleh semua itu? Ayat di atas jelas mengatakan bahwa itu mereka peroleh lewat Roh Allah. Roh Allah yang ada dalam diri anda akan membuat anda mampu mengasah segala talenta yang telah dikaruniakan dengan kreativitas tak terbatas agar bisa bertumbuh dan bermanfaat bagi diri anda sendiri maupun orang lain.

Tanpa kreativitas semuanya akan monoton, hanya itu-itu saja, jalan di tempat tanpa ada peningkatan. Kabar baiknya, kita mewarisi sifat kreatif Tuhan dan ada Roh Allah yang memberi kemampuan-kemampuan kreatif dalam mempergunakan segala talenta yang telah diberikan kepada masing-masing kita sejak semula. Kreativitas ada dalam diri setiap orang, tetapi sebagian tidak mau atau terlalu malas untuk menggunakan/memikirkannya, sebagian lagi malah tidak tahu bahwa mereka punya itu. Kreativitas sangatlah diperlukan untuk bisa memberi hasil yang terbaik, membawa inovasi-inovasi baru hadir di dunia untuk membawa manfaat bagi kesejahteraan manusia. Kreativitas hendaklah dilakukan untuk memberkati dan memuliakan Tuhan, bukan untuk tujuan-tujuan yang jahat yang justru bertentangan dengan tujuan Tuhan memberikan karunia tersebut kepada kita. Oleh karena itu, kreatiflah dalam segala hal, untuk tujuan yang baik. Maya Angelou mengingatkan kita bahwa kreativitas tidak akan pernah habis, the more you use, the more you have. Temukan kreativitas anda ada di bidang apa, dan asah dan pergunakanlah. Semakin anda gunakan, kreativitas anda akan semakin berkembang, dan itu akan membuat Tuhan mempercayakan perkara-perkara yang lebih besar lagi kepada anda.

“You can’t use up creativity. The more you use, the more you have.” – Maya Angelou

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.