Konklaf 2013: Kardinal tak “Bersih Lingkungan” Jangan Ikut Konklaf (6)

< ![endif]-->

konklaf dalam ilustrasi grafis

DARI Ibukota Chile di Santiago dan beberapa kota di Italia serta Meksiko semakin kencang berhembus semacam petisi dari para korban kejahatan seksual para pastur agar para kardinal yang ‘tidak bersih lingkungan’ jangan ikut memberikan hak suaranya memilih Paus baru dalam Konklaf 2013 ini. Meski para kardinal itu sendiri bukan ‘tersangka utama’ dalam serangkaian kejahatan seksual yang dilakukan para pastur di Chile, namun Kardinal Fransisco Javier Errazuriz kena ‘getahnya’.

Kardinal ini menjadi sasaran kemarahan dari para korban kejahatan seksual yang konon bertahun-tahun dilakukan oleh Pastur Fernando Karadima, salah satu pastur kenamaan di Chile. Kemarahan umat dipicu oleh ketidaksiapan Kardinal atau keengganan Uskup diosis setempat yang memberi kesan ‘tidak berbuat apa-apa’ terhadap praktik bobrok oleh para pastur tersebut.\

“Para korban kejahatan seksual para pastur itu tegas menyebutkan, (keputusan) berangkat ke Konklaf itu sangat menyakitkan. Dan itu tidak hanya berlaku bagi Kardinal Karadima, melainkan juga para kardinal lain dimana para pasturnya telah melakukan tindakan hina ketika para kardinal ini duduk sebagai uskup di diosis-nya masing-masing,” kata Juan Pablo Hermosilla, pengacara para korban sebagaimana dilansir oleh AP.

Menurut Hermosilla, sudah barang tentu para Uskup kardinal ini tahu ada sesuatu yang tidak beres di antara sejumlah pasturnya, namun amat disayangkan bahwa dia sama sekali tidak mau berbuat apa-apa menghentikan itu.

Seruan sama juga membuncah di Mexico City –Ibukota Meksiko—ketika para pengacara yang mewakili para korban kejahatan seksual para pastur menuntut agar Kardinal Norberto Rivera jangan sampai menginjakkan kaki di Konklaf. Protes ini disuarakan, karena sebagai Uskup Agung kardinal ini seakan ‘diam seribu bahasa’ atas pengadukan para korban kejahatan seksual yang pernah dilakukan oleh Pastur Marcial Maciel dan beberapa pastur lainnya di seantero Meksiko.

“Yang terhormat Kardinal Norberto, berusaha menutup-nutupi kasus dan tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan praktik itu sama saja berarti standar moralitas Anda sebagai kardinal dengan hak suara memilih Paus baru adalah rendah,” demikian bunyi sebuah petisi keras yang diposting Alberto Athie.

Alberto sendiri adalah seorang mantan pastur dan menjadi co-author dari sebuah buku yang berisi hujatan terhadap para pastur pelaku kejahatan seksual termasuk tuduhan keras terhadap Maciel, pendiri Legiun Kristus.

Petisi sama juga berkumandang di Italia, ketika para korban kejahatan seksual melalui sebuah petisi online di jalur www.change.org berusaha mengimbau agar Kardinal Domenico Calgano juga jangan menginjakkan kakinya ke konklaf. Tuduhan kelompok ini mengarah kepada Pastur Nello Giraudo yang pernah berkarya di wilayah Savona.

Tahun lalu, pastur ini bahkan dibebaskan oleh pengadilan setempat setelah berhasil memenangkan naik banding atas perkara yang dituduhkan kepadanya: telah terlibat beberapa kali kasus percabulan.

Tuduhan dan imbauan sama juga ditujukan kepada Kardinal Roger Mahony dari Keuskupan California yang dituduh tidak berbuat sesuatu untuk menghentikan praktif asusila di kalangan para pastur ini.

Masih 5 kardinal lagi

Hingga hari ketiga sidang-sidang pra-konklaf, jumlah kardinal yang semestinya harus ada belum lengkap. Masih ditunggu kedatangan 5 orang kardinal lagi.

Menurut Vatikan, sidang-sidang pra-konklaf ini dianggap penting karena antara para kardinal itu sebaiknya sudah saling kenal satu sama lain sehingga  ketika harus memberikan suaranya untuk seorang kardinal, setidaknya para kardinal elector itu tahu betul kepada siapa dan tentang siapa suaranya telah diberikan. Saling kenal dan tahu apa dan siapa kardinal itu adalah penting, ketika sebuah suara ikut menentukan hasil akhir penghitungan suara dalam Konklaf.

“Tidak perlu tergesa-gesa untuk maju ke konklaf, biarlah semuanya saling kenal terlebih dahulu,” kata Kardinal Daniel di Nardo dari Amerika Serikat.

Yang masih ditunggu kedatangannya adalah Kardinal Patriarch Antonius Naguib dari Mesir, Kardinal Lehmnn dari Jerman, Kardinal Jean-Baptiste Pham dari Vietnam, Kardinal Nycz dari Polandia dan Kardinal John Tong Hon dari Hong Kong.

Pada konklaf 2013 ini, sudah pasti Gereja Katolik Inggris dan Indonesia tidak bisa mengirimkan wakilnya karena Kardinal Keith O’Brien terkena halangan ‘suspensi’ dan Kardinal Julius Darmaatmadja SJ karena kondisi kesehatan matanya yang tidak memungkinkan.

Sumber dan photo credit: ABC News

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.