Kita Harus Lahir Baru dalam Roh Kudus

jesus-god-and-the-holy-spirit-franciscan-church-of-vienna-vienna-austria-europe

Selasa, 14 April 2015: Pekan Paskah II

Kis. 4:32-37; Mzm. 93:1ab,1c-2,5; Yoh. 3:7-15

… Kata Yesus kepada Nikodemus, “Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” …

KEMARIN kita merenungkan pembicaraan Yesus dengan Nikodemus tentang kelahiran baru dalam Roh yang kita alami melalui kemenangan sempurna wafat dan kebangkitan Yesus. Yesus menerangkan kepada Nikodemus bahwa Roh Kudus itu seperti angin. Kamu bisa mendengar, merasakan dan melihat pengaruhnya, tetapi tidak pernah tahu dari mana ia berhembus.

Kata Ibrani Roh (Ruach) berarti angin dan nafas. Jika Yesus berkata bahwa Roh itu seperti angin, itu berarti bahwa daya pengaruh Roih Kudus dalam hidup kita kita alami dengan damai, sukacita, dan tanda-tanda daya kuasa kasih Allah.

Karena daya Roh Kudus kita dapat menerima kelahiran baru dalam Roh kUdus itu dan diangkat menjadi putri-putra Allah. Yesus Kristus yang bangkit tidak hanya membebaskan kita dari dosa dan mengampuni kita, Ia juga memenuhi kita dengan kehidupan ilahi-Nya melalui anugerah dan karya Roh Kudus-Nya yang tinggal bersama kita.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, sementara kita menyembah Yesus Kristus, kita mohon Roh Kudus yang memberikan kita daya dan anugerah spiritual, kebijaksanaan dan pemahaman yang memampukan kita hidup dalam kekuatan-Nya sebagai putri-putra Allah. Semoga kita harus akan kehidupan baru yang ditawarkan Alla kepada kita melalui daya ubah Roh Kudus-Nya.

Tuhan Yesus Kristus, wafat-Mu membawa kehidupan baru bagi kami. Penuhilah kami dengan Roh Kudus-Mu hingga kami boleh berjalan dalam kebebasan dan sukacita dalam pengetahuan akan kemenangan agung atas dosa dan maut kini dan selamanya. Amin.

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.