Kita Bukan Hakim

a judge hand striking a gavel over a table from google image

“Kita Bukan Hakim”
Selamat pagi saudara seiman. Salam kasih. Semoga awal pekan ini, kita semangat untuk beraktivitas.
Sabda Tuhan hari ini mengkisahkan hal menghakimi – dihakimi. Kita tahu wewenang dan kapasitas memberi hukuman dan menghakimi adalah tugas seorang hakim (Gereja). Kita sebagai masyarakat biasa tidak bisa menghakimi. Ketika menghakimi seseorang, kita terkena hukum negara dan Gereja. Kita berharap para hakim sungguh bijaksana dalam menimbang dan memutuskan suatu perkara.
Hakim yang baik adalah hakim yang mau mendengar, menelaah, dan berdialog. Sehingga hakim dapat memutuskan suatu perkara secara bijaksana, bukan karena dibayar. Kita bersyukur dalam Gereja Katolik seorang hakim Gereja tidak bisa disogok untuk menyelesaikan suatu kasus. Demikian juga seorang imam dalam memberikan penitensi pengakuan dosa sungguh menelaah pengakuan dosa dan memberikan penitensi sesuai dengan besar kecilnya dosa.
Hakim yang baik adalah hakim yang memberikan hukuman pertobatan. Hukuman yang diberikan mengarah pada pertobatan seseorang, bukan menghilangkan hak hidup manusia.
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk semakin bijaksana saat melihat suatu peristiwa. Jangan sampai kita langsung memutuskan dan menghakimi tanpa berdasarkan data.
Saudara-saudari terkasih menghakimi itu mudah, tetapi menerima kembali seorang bersalah itu sulit. Kita bukan hakim. Kita mau bijaksana seperti Tuhan Yesus Sang Hakim Agung yang selalu berdialog kepada orang bersalah dan memaafkan serta menerima kembali. Jangan sampai kita akhirnya dihakimi orang lain karena kita tidak konsekwen dengan apa yang kita hakimi kepada orang lain.
feel free untuk sadar bahwa kita bukan hakim.

a judge hand striking a gavel over a table
a judge hand striking a gavel over a table

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.