Kisah Agats Asmat: Rokok, No Way! Saya Ingin Jadi Polisi (15)

MALAM itu cuaca sedikit gerimis. Cuaca sangat panas sisa siang hari masih sangat terasa di kulit. Namun menjelang petang, angin sepoi-sepoi basah datang mengalir dari arah sungai menuju daratan. Hembusan angin semilir itu tak ayal langsung membuat ruang depan Pastoran Stasi Pos Sawaerma di pedalaman Kabupaten Agats menjadi lebih hidup.

Setidaknya, ketika 15-an Orang Muda Katolik (OMK) dari Stasi Pos Sawaerma datang mengunjungi tim rombongan KBKK (Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan) dari Jakarta yang tengah melakukan turne ke pedalaman Agats bersama Bapak Uskup Diosis Agats Mgr. Aloysius Murwito OFM.

Sebenarnya malam itu tidak ada rencana acara temu sharing iman bersama OMK Stasi Pos Sawaerma.

Namun, dr. Irene Setiadi langsung cancut taliwanda alias bergegas memanfaatkan situasi antusiasme OMK bertemu Bapak Uskup itu sebagai medan berbagai iman dan pendidikan moral katolik.

Dibantu oleh Lily Marcela dan Suster Sylvia KFS dari Kongregasi Suster-suster Fransiskanes Sambas di Provinsi Kalimantan Barat, temu muka bersama OMK itu berubah menjadi ajang  pendidikan moral katolik.  Awalnya, dr. Irene Setiadi menggiring arah pembicaraan dengan pertanyaan sederhana:  “Kalian nanti kalau sudah besar ingin jadi apa?,” katanya membuka acara.

Copy of _MG_4306 ok okSebagian besar menjawab ingin jadi guru, perawat, dan pegawai negeri.

Namun ada dua remaja pria dengan gagah mengatakan, “Saya ingin jadi polisi!”

Kami tersentak mendengar ucapan garang dari seorang OMK di pedalaman Agats ini.

Tatapan matanya kencang. Nada bicaranya tegas dan penuh percaya diri.

“Terus, kalau ingin jadi polisi yang baik,” kata dr. Irene Setiadi, “kamu mesti harus melakukan apa?,” katanya menelisik.

Hebat juga jawaban anak muda katolik dari pedalaman Stasi Pos Sawaerma ini. “Saya tidak mau merokok. No way! Itu tidak boleh kalau mau jadi polisi!,” katanya super mantap.

Kecil-kecil sudah merokok

Jawaban anak muda katolik yang mantap tidak mau ‘menyentuh’ rokok itu seakan menjadi penguat iman bagi dr. Irene Setiadi yang malam itu dibuat trenyuh oleh pengakuan salah satu anggota OMK yang jauh lebih muda.  Sebagai dokter, dia tahu betul bahaya ‘laten’ merokok.

Maka, kegusaran dia tak terbendung ketika dua orang anak remaja mengaku sudah mengakrabi rokok sejak usia dini. “Kami merokok sejak kelas 2 SD. Diam-diam di luar rumah,” katanya polos.

Dua remaja laki-laki itu tidak merasa sungkan berbicara blak-blakan di depan umum.

Padahal, di ruang depan Pastoran Stasi Pos Sawaerma itu juga duduk tenang Bapak Uskup Mgr. Aloysius Murwito OFM. Dengan berselimut sarung dan kaos T-Shirt, beliau secara rileks namun atentif ikut aktif mendengarkan seluruh rekaman perbincangan malam itu antara tim KBKK bersama rombongan OMK.

Copy of _MG_4343 OMK baca KS

Tanpa terasa, pertemuan dadakan dengan fokus pembicaraan tentang bahaya merokok, hidup sehat tanpa narkoba, gerakan anti seks di luar nikah telah berjalan selama lebih dari dua jam.

Butir-butir keringat sudah bergelantungan di wajah dr. Irene Setiadi. Sesekali menyeka wajahnya dari butiran keringat, dokter lulusan Berlin di Jerman itu tetap saja bersemangat mengajak anak-anak bernyanyi dan membaca teks perikop Kitab Suci.Copy of _MG_4336

Lily Marcela dan Sr. Sylvia ikut dalam irama ini. Sejumlah kuis berhadiah permen, coklat, dan biscuit menjadi penyedap acara dalam sesi tanya jawab tentang pokok-pokok KS yang menarik.

Di ujung acara, seorang gadis dengan bangga mengaku hepi karena bisa mendapatkan hadiah istimewa malam itu yakni sebuah Kitab Suci dari Bapak Uskup secara gratis.

Kepada kami, kaum remaja putrid dan putra OMK di Stasi Pos Sawaerma itu menyuguhkan tiga lagu daerah Asmat disertai goyangan pinggung khas Papua.

Menari adalah nafas kehidupan rakyat Papua, tak terkecuali suku Asmat di pedalaman hutan Agats. Dan tarian malam itu menjadi indah bagi kami, ketika dua anak remaja dengan lantang berani mengungkapkan niat kuatnya untuk tidak ‘menyentuh’ rokok demi  sebuah cita-cita mulai masa depan.

Copy of Pertemuan OMK di Sawaerma ok

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.