Kisah tentang Agats Asmat: Jangan Lupa Bawa Senter dan Penolak Nyamuk (4)

IMG_2579 rumah genset keuskupan

MALARIA adalah momok paling menakutkan bagi siapa pun yang ingin berpergian ke Papua. Nyamuk-nyamuk Papua masih ganas dan suka menyedot darah manusia, namun juga tak tanggung-tanggung menyuntikkan virus malaria ke dalam tubuh kita.

Untuk itulah, jangan lupa ‘sedia payung sebelum hujan’. Begitu dr. Irene Setiadi mengingatkan kami agar segera minum obat preventif pelawan malaria sebelum kami terbang menuju Papua.

Malaria tentu saja menjadi cerita menyedihkan bagi memori saya. Seorang rekan Jesuit yakni Br. C. Knaus SJ beberapa tahun silam harus merenggang nyawa di Maluku, ketika malaria menyerang bruder SJ berdarah Swiss ini. Almarhum sempat ngomyang dan kadang omongannya sampai tidak terkontrol karena saking tingginya suhu tubuhnya.IMG_2580 genset

Akhirnya bruder Jesuit yang langsing itu meninggal dunia karena malaria dan jenazahnya dimakamkan di Maluku.

Senter sangat perlu

Selain malaria, tiadanya listrik juga menjadi ‘momok menakutkan’ terutama bagi ‘turis’ pendatang yang tiba dari luar Agats. Hanya di Timika –kota luar terdekat dari Kabupaten Agats—yang bisa memiliki ketersediaan listrik nyalas selama 24 jam.

Tapi di Agats –nun jauh di pedalaman dari Timika–  nyala listrik PLN masih dalam taraf byar-pet alias hanya bisa nyala atau hidup pada jam-jam tertentu. Selebihnya tiada listrik, terutama di pagi hari, siang sampai petang hari. Barulah menjelang malam, kurang lebih pukul 18.00, PLN bisa bermurah hati mau menyalakan pijar-pijar neon atau bolam di seluruh kawasan Agats.

Mereka yang kaya atau lagi punya hajatan khusus, kebutuhan akan listrik bisa dipenuhi dengan genset. Tentu saja, biayanya tidak murah karena 1 liter solar di Agats bisa bertengger pada kisaran harga di atas Rp 10 ribu. Ini pun harga solar sebelum heboh kenaikan harga BBM.

IMG_2581 rumah wisma keuskupan rawa

Itulah sebabnya, membawa senter ke Agats juga menjadi kebutuhan yang tidak bisa dilupakan selain tentu saja cairan atau lotion anti nyamuk. Kebutuhan ini makin mendesak di kawasan pedalaman dimana listrik PLN sama sekali malah tidak ada.

Lotion anti nyamuk juga harus dibawah karena bumi Kabupaten Agats adalah kawasan  rawa-rawa dimana banyak bertebaran habitat nyamuk –termasuk Aedes Agepty, nyamuk pembawa virus malaria. Di rawa-rawa atau di kobangan penuh air itulah nyamuk-nyamuk ini biasa berkubang dan bertelur. (Bersambung)

Tautan:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.