Kisah tentang Agats Asmat: Sinyal pun Ingin Dibeli (5)

Antene di Agats 1 okJANGAN lalu puas diri bilamana tidak lupa membawa penolak nyamuk dan senter. Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah sikap mental untuk bersedia memiliki kesabaran diri.

Terutama ketika harus menerima keadaan riil di pedalaman Kabupaten Agats dimana dimana sinyal-sinyal HP tidak ada. Kalau sudah begini, jangan harap bisa melakukan kontak dengan dunia luar melalui internet. Sinyal saja tidak ada.

Sambungan telepon ada, namun itu hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu yang secara ekonomi lebih makmur dibandingkan mayoritas penduduk asli di kawasan pedalaman. Di kawasan pedalaman orang memang bisa menggunakan telepon satelit, namun ini hanya dimiliki oleh orang-orang kaya saja.

Maka tak heran kalau dengan nada berkelakar Romo Benny Pr berkisah tentang serunya orang-orang pedalaman yang datang ke Ibukota Kabupaten Agats dan kemudian membeli sejumlah HP. Meski sudah berulang kali dikasih tahu bahwa di pedalaman HP tersebut tidak bisa berfungsi karena tidak ada sinyal, namun tak jarang orang-orang pemburu HP ini tetap bernafsu memiliki HP.

Bahkan tak hanya satu, tapi dua sampai tiga.

“Sudah-sudah,” –demikian kata seorang pedagang HP di Pasar Agats– “kalau begitu, sinyal Bapak pun mau saya beli juga!’.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.