Kisah Para Pasien Pecandu Narkoba di Yayasan Katolik Kunci Yogyakarta (3)

Yayasan Kunci Nandan banner

APA sebenarnya keunggulan sebuah panti rehabilitas bagi para pasien pecandu narkoba seperti RKY di Nandan, Yogyakarta ini?

Berikut ini adalah kisah para pecandu narkoba yang datang dari berbagai kawasan dari seluruh Indonesia kepada Sesawi.Net yang menjumpai mereka di kompleks RKY, sebelum berlangsung acara rilis Nota Pastoral 2014 KWI tentang “Menyikapi Kejahatan Sosial Narkoba di Indonesia: Dari Keputusasaan menuju Pengharapan”.

Sebut saja namanya Mr. X.

Dia berasal dari keluarga sangat mapan di Kelapa Gading, Jakarta Utara; termasuk umat katolik Paroki St. Yakobus. Mengaku kenal narkoba sejak di bangku SMP dan pertama-tama mendapatkan barang haram ini secara gratis dari teman-temannya. “Awalnya mencoba dan terasa fly, nikmat, hingga kemudian mulai ketagihan dan ketagihan sampai susah untuk menghentikannya,” tuturnya terus terang.

Kebiasaan nyandu narkoba itu dia lalukan sampai bertahun-tahun hingga kondisi ekonomi keluarganya ambruk. “Kalau sudah sampai ‘waktunya’ kepengin fly, yang ada di kepala ya hanya keinginan mendapatkan narkoba,” katanya enteng.

BNN public campaign 1

Partisipasi masyarakat untuk perangi narkoba: Poster pesan publik disampaikan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya bersama pencegahan penggunaan narkoba yang menghancurkan sendi kehidupan masyarakat yakni keluarga. (Sesawi.Net/Mathias Hariyadi)

Terus bagaimana? “Ya mencuri uang orangtua, saudara agar bisa membeli barang gituan,” tutur pemuda lajang yang kini sudah menghuni kesekian kalinya di RKY ini.

Krasankah di RKY? “Ya jelas, kalau tidak krasan, mana mungkin saya mau kembali ke sini untuk pemulihan diri,” jawabnya tegas.

Berikutnya adalah Mr. Y
Dia masih remaja muda; baru duduk di kelas 2 SMP di Provinsi Riau. Sekali waktu, dia dikasih gratis narkoba dengan olok-olok dari teman-teman sebayanya: “Cemen kamu kalau gak berani mencoba barang beginian,” kata remaja ini tanpa malu.

Akhirnya, anak remaja ini pun mengunyah permen khusus yang ternyata narkoba. Awalnya merasa pusing-pusing namun kemudian merasakan enak hingga kemudian berlanjut dengan tawaran-tawaran lain dan menjadi ketagihan.

“Orangtua saya panik, karena saya tiba-tiba menjadi anak pendiam yang suka mengunci diri di kamar,” begitu kisahnya.

BNN skema rehabilitasi

Bisa sembuh: Pecandu narkoba bisa disembuhkan tuntas melalui berbagai program detoksifikasi medik dan proses pendampingan yang kontinyu dan serius. Yayasan Katolik Kunci Yogyakarta (RKY) yang diampu oleh para Bruder Karitas (FC) ini sejak tahun 2005 sudah melakukan proses penyembuhan terhadap berbagai pasien pecandu narkoba, baik pria maupun perempuan segala umur dari berbagai wilayah di Indonesia, tak peduli darimana keluarga maupun latar belakang agamanya. (Sesawi.Net/Mathias Hariyadi)

Akhirnya dia mengaku diri telah mengonsumsi narkoba kepada ibunya. Dengan suka hati ia mengikuti saran ibunya untuk ‘mutasi luar kota’ dan akhirnya sampai di RKY. “Hingga saat sini saya sudah dua bulan tinggal di sini dan merasa krasan,” katanya enteng.

Untuk kelanjutan sekolah, anak remaja ini tidak perlu cemas karena Bruder-bruder Karitas juga menyelenggarakan karya pendidikan SD-SMP Karitas yang lokasinya hanya seleparan batu dari Yayasan Katolik Kunci Yogyakarta dan Bruderan Karitas (FC) di Nandan, Yogyakarta.

Lalu Mr Z

Pemuda kerempeng ini tampak sedikit gagu, ketika Sesawi.Net mencoba mendekatinya untuk mengajak ngobrol. Ia mengaku datang dari ‘dekat’ saja. “Saya dari mBantul,” katanya tersipu/
Mr. Z baru mengepel aula sendirian. Teman-teman yang lain –sesama pasien pencandu narkoba di RKY—juga tengah sibuk berbersih kompleks RKY. Ada yang menyapu, ada yang mengepel dan ada pula yang masak.

“Saya sudah delapan bulan di sini,” katanya lebih lanjut.

Percakapan kami pun terputus karena acara rilis Nota Pastoral 2014 KWI sebentar kemudian akan mulai.

Jauhi narkoba poster

Musuh bersama masyarakat: Kalau mau hidup normal, sehat dan sejahtera, maka jangan pernah sekalipun menyentuh dan mengonsumsi narkoba. Sekali-dua kali nekad mencoba mengonsumsi narkoba, maka ujung-ujungnya akan menjadi ketagihan. Begitu sudah nyandu, maka segala cara akan ditempuh guna mendapatkan barang laknat ini. Termasuk mencuri uang anggota keluarga hanya demi mendapatkan narkoba. Itu karena memori ‘chip’ di syaraf otak sudah terpengaruh oleh zat adiktif ini. Jadi, jauhilah narkoba. (Sesawi.Net/Mathias Hariyadi)

Tautan:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. poster narkoba yang mudah digambar
  2. poster pendidikan smp
  3. poster narkoba dan pendidikan
  4. kata kata mutiara poster narkoba
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.