Ketulusan Hati Dalam Berbuat Baik dan Melayani


MELALUI sabdaNya pada hari ini, Yesus mengajak kita untuk tidak membatasi perbuatan baik dan pelayanan kita hanya kepada anggota keluarga, teman, tetangga dan orang-orang yang “semartabat” dengan kita. Melainkan diperluas sehingga menjangkau siapa saja yang membutuhkan uluran tangan kita, termasuk kepada mereka yang sama sekali tidak mampu membalas kebaikan kita.


Sadari bahwa Allah selalu mendatangkan kebaikan bagi kita, walaupun kita tidak layak untuk menerimanya. Yesus sendiri datang ke dunia untuk melayani kita, manusia yang lemah dan berdosa. Bahkan kita diundangNya untuk menghadiri perjamuan Ekaristi untuk “mengunyah” sabdaNya dan menyantap tubuh dan darahNya yang kudus.


Mari membangun semangat kemurahan hati dan tumbuhkan sikap kepedulian sosial kepada kaum yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel. Berbagi dengan tulus, tanpa didasari oleh motivasi tersembunyi untuk mendapatkan penghargaan, nama baik, popularitas.


Semoga kelak, berkat kemurahan hatiNya, kita layak untuk diterima dan ikut serta di dalam perjamuanNya yang kudus dan abadi.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.