Ketulusan Dan Kerendahan Hati Dalam Beramal Kasih, Berdoa Dan Berpuasa

DALAM sabdaNya pada hari ini, Yesus mengajarkan agar kegiatan beramal kasih, doa dan berpuasa dilaksanakan dengan tulus dan bersemangatkan kerendahan hati, bukan dilandasi oleh keinginan untuk mencari pujian dan popularitas diri.

Tuhan sudah melimpahkan banyak berkat dan anugerah kepada kita secara cuma-cuma, jadi sudah layak dan sepantasnya kita mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kita kepadaNya dengan bersedia menjadi saluran berkat dan perpanjangan tangan kasihNya kepada sesama yang berkekurangan, sebagai wujud kepedulian dan bela rasa kita.

Menyadari kerapuhan dan kelemahan kita sebagai manusia, kita membutuhkan bimbingan dan perlindungan daripadaNya. Melalui doa, kita membina relasi yang akrab denganNya dan menimba kekuatan daripadaNya sehingga kita dapat terus melanjutkan perjalanan hidup ini dengan penuh iman, percaya bahwa Dia selalu mendampingi dan menyertai kita.

Sebagai tanda penyesalan dan pertobatan, lakukan puasa dengan penuh komitmen, tidak hanya sekedar membatasi asupan makan dan minuman saja, namun kita juga harus mampu untuk menyangkal diri agar kita dapat bertumbuh di dalam kekudusan.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.