Ketua KWI Minta Jokowi Perhatikan Pemerataan Pendidikan untuk Orang Kecil

jokowi

KETUA Konferensi Waligereja Indonesia yang juga Uskup Agung Jakarta, Mgr. Suharyo mengharapkan agar Joko Widodo memerhatikan pemerataan pendidikan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia, bila calon presiden nomor urut dua ini terpilih oleh rakyat menjadi Presiden Indonesia ketujuh.

“Kita lihat, masih banyak saudara kita yang hidup dalam kekurangan dan kemiskinan, terutama di Papua. Jika Bapak jadi Presiden, perhatikanlah nasib rakyat kecil,”ujar Monsinyur Suharyo saat mendapat kunjungan dari  Joko Widodo di kantor Konferensi Waligereja Indonesia di Jalan Cut Meutia no. 10, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (19/7/2014).

Jokowi pun dengan tegas menyanggupi harapan tersebut. “Kita satu dalam perjuangan bagi kemanusiaan. Untuk mencapai apa yang tadi disampaikan, dibutuhkan keterlibatan semua orang,”tegas Jokowi.

Jokowi berfoto bersama Ketua KWI Mgr.Suharyo (ketiga dari kiri) dan para Romo Sekretaris Komisi KWI/ Foto: Dokumen Komsos KWI

Jokowi berfoto bersama Ketua KWI Mgr.Suharyo (ketiga dari kiri) dan para Romo Sekretaris Komisi KWI/ Foto: Dokumen Komsos KWI

Jokowi yang datang tanpa didampingi Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla dan didampingi funsionaris Partai PDI Perjuangan yang juga Pimpinan Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Aria Bima menyampaikan terima kasih atas keterlibatan umat Katolik dalam pemilihan presiden dan wakil presiden. “Saya berterima kasih kepada umat Katolik karena telah mengambil bagian dalam proses pemilihan presiden dan wakil presiden,”ujar Jokowi.

Jokowi menyadari bahwa umat Katolik telah mendukung pilpres ini dengan berbagai cara sehingga pesta demokrasi berlangsung sukses pada 9 Juli lalu. “Semoga hasil pengumuman KPU 22 Juli nanti sesuai dengan apa yang diharapkan oleh mayoritas masyarakat Indonesia,”kata Jokowi.

Monsinyur Suharyo menyampaikan bahwa komitmen bersama seluruh umat katolik Indonesia ini sudah tertuang dalam Surat Gembala KWI. Dalam surat gembala ini, para uskup mengajak seluruh umat agar berpartisipasi aktif dalam pilpres kali ini.

“Pilihan kami, sebagai umat katolik Indonesia, adalah pada calon presiden dan wakil presiden yang memperjuangkan ajaran sosial gereja seperti menghormati kehidupan dan martabat manusia, memperjuangkan kebaikan bersama, mendorong dan menghayati semangat solidaritas dan subsidiaritas serta memberi perhatian lebih kepada warga negara yang kurang beruntung. Kami sungguh mengharapkan pemimpin yang gigih memelihara, mempertahankan dan mengamalkan Pancasila,”ujar Monsinyur Suharyo.

Monsinyur Suharyo juga menyampaikan agar umat Katolik mengawal proses perhitungan sampai hari penetapan yang sudah ditentukan KPU dan mengimbau umat untuk siap menerima siapa pun yang akan menjadi pemimpin.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.