Ketentuan Pelaksanaan Pantang dan Puasa 2014 Keuskupan Purwokerto

  1. Masa Prapaskah 2014 akan kita mulai pada Hari Rabu Abu, 5 Maret 2014. Selama masa prapaskah, sebagai orang beriman Katolik, demi hukum ilahi, kita akan melakukan pertobatan bersama dengan secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa, menjalankan ibadat dan karya amalkasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang (bdk. KHK  Kan. 1249).
  2. Pada Hari Rabu Abu dan Hari Jumat Agung, semua orang beriman Katolik diwajibkan berpantang dan berpuasa; dan pada setiap Hari Jumat lainnya selama masa Prapaskah diwajibkan berpantang ( bdk. KHK Kan 1251).
  3. Penetapan Hari Rabu Abu, Jumat Agung dan hari-hari Jumat lainnya selama masa Prapaska sebagai hari-hari pantang dan puasa adalah aturan minimal dari Hukum Gereja. Jika umat beriman Katolik ingin melaksanakan pantang dan puasa selama masa prapaskah lebih dari sekedar memenuhi tuntutan hukum yang minimal itu, diperbolehkan dan patut dipuji.
  4. Yang wajib berpantang ialah semua orang beriman Katolik yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan yang wajib berpuasa ialah semua orang beriman Katolik yang sudah berumur 18 tahun sampai awal tahun ke 60 (bdk. KHK Kan 1252 & Kan 97 § 1).
  5. Pantang artinya kita tidak memakan daging atau makanan lain seperti garam, jajanan, rokok atau bisa juga pantang menggunakan handphone. Sedangkan Puasa artinya kita hanya diperkenankan makan kenyang satu kali dalam satu hari, dengan tidak dilarang untuk makan sedikit pada pagi dan sore hari, sehingga tercapailah makna puasa baik dalam arti kuantitas maupun kualitas (bdk. Paus Paulus VI, Konstitusi Apostolik Poenitemini, 17 Februari 1966 tentang Pantang dan Puasa).
  6. Pengumpulan dana Aksi Puasa Pembangunan (APP) merupakan wujud pertobatan bersama demi terciptanya semangat solidaritas kepadasaudara-saudari kita yang kecil, lemah, miskin, dan tertindas.
  7. Tidak ada larangan melangsungkan perkawinan selama masa Prapaska dan juga masa Adven; tetapi sedapat mungkin dihindari pesta meriah yang kurang sesuai dengan suasana tobat (bdk. Statuta Keuskupan Regio Jawa Pasal 136 no. 3).

Purwokerto, 2 Maret 2014

 + Mgr. Julianus Sunarka, SJ

Uskup Keuskupan Purwokerto

P.S: Dibacakan pada perayaan Ekaristi Sabtu sore 1 Maret 2014 dan Minggu 2 Maret 2014

Tautan: Surat Gembala Prapaska 2014 Keuskupan Purwokerto

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.