Kesempatan Untuk Mengubah Haluan Hidup

PROFESINYA sebagai seorang pemungut cukai, menjadikan Lewi tidak disukai oleh masyarakat Yahudi. Bahkan ahli Taurat dan kaum Farisi menganggapnya sebagai seorang pendosa yang tidak layak didekati. Namun Yesus justru memanggil Lewi agar mengikuti Dia dan menjadi muridNya. Sikap Yesus kepadanya, membuat Lewi mengambil keputusan untuk meninggalkan kehidupannya yang lama dan menjadi pengikut Yesus yang setia.

Sudah tak terhitung kesalahan dan dosa yang kita lakukan kepada Tuhan, namun Ia selalu saja memberikan pengampunan kepada kita. Dengan berbagai cara, Ia menegur kita agar berbalik arah dan kembali kepadaNya.

Sadari bahwa nafas kehidupan yang kita terima sampai saat ini, merupakan tanda betapa Ia mengasihi kita. Ia menunggu pertobatan kita dengan sabar. Sekelam apapun kehidupan yang kita jalani, bila kita mau melangkah untuk bertobat, selalu dibukakanNya pintu pengampunan bagi kita. Jangan sia-siakan kesempatan yang dianugerahkanNya. Ubah haluan hidup kita, perbaiki diri dan berjalan menuju keselamatan.

Sebagai ungkapan syukur dan terima kasih kita kepadaNya, mari kita belajar untuk mengampuni yang jahat dan bersalah kepada kita, dan mengarahkan mereka untuk kembali kepada jalan yang benar.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.