Keselarasan Spiritual, Lahir dan Batin

Senin, 22 Agustus 2016
Pekan Biasa XXI
PW SP Maria, Ratu
2Tes 1:1-5.11b-12; Mzm 96:1-5; Mat 23:13-22

Pada suatu hari Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, “Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, karena kalian menutup pintu Kerajaan Surga di depan orang. Sebab kalian sendiri tidak masuk dan kalian merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.”

DALAM Injil hari ini kita belajar bahwa kita perlu membiarkan sikap, kata, dan kesadaran kita selaras dan terbuka di hadapan Allah. Kita mendengarkan suara-suara Roh Kudus yang berbicara pada kita di kedalaman hati kita tentang yang paling penting untuk keselamatan kita.

Yesus Kristus dalam Injil hari ini bersikap sangat keras pada mereka yang membawa penyesatan pada sesama, khususnya mereka yang bertanggungjawab untuk mengajar dan membimbing sesama dalam jalan keselamatan. Suatu dosa besar membawa sesama pada penyesatan dari jalan kebenaran. Kita harus memberi contoh yang baik kepada sesama.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, sementara kita bersembah sujud di hadirat Yesus Kristus, kita mohon pada-Nya agar kita dapat hidup selaras dan terbuka di hadapan Allah. Di sana kita memberi contoh yang baik dalam mengasihi Allah dan sesama kita. Apakah kita mendengarkan suara Roh Kudus yang menuntun kita menyembah Dia?

Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami menjadi pribadi yang integral, harmonis sama antara yang batin maupun lahir. Berilah kami rahmat ketulusan hati di hadirat-Mu dan sesama. Bunda Maria, doakanlah kami orang yang berdosa ini, kini dan selamanya. Amin.

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.