Kerendahan Hati


ORANG Farisi sangat bangga dengan status sosial mereka yang tinggi sebagai pemuka agama. Mereka gila hormat sehingga di dalam pesta perkawinan pun, mereka selalu berebut tempat untuk menduduki kursi kehormatan.


Lewat perumpamaan pada hari ini, Yesus mengingatkan kita semua akan pentingnya sikap kerendahan hati. Sehebat apa pun kita, hendaknya jangan merasa super sehingga meremehkan dan memandang rendah orang lain. Tidak ada orang yang sempurna di dunia ini, di luar sana masih banyak orang yang lebih hebat dari kita dan memiliki kelebihan tersendiri.


Sadari bahwa semua yang kita punya berasal daripadaNya bahkan keselamatan kita pun merupakan anugerah daripadaNya. Tidak ada yang perlu kita sombongkan, karena kita semua mempunyai kedudukan yang sama di hadapanNya. Oleh sebab itu, marilah membangun semangat kerendahan hati, belajar untuk menghargai dan memahami sesama kita. Menfaatkan ‘kelebihan’ yang ada untuk berbagi dan melayani sesama dengan tulus, tanpa pamrih.


Sebagaimana telah disabdakan Yesus bahwa barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan; semoga dengan menyesuaikan hidup seturut sabdaNya, kelak kita layak untuk diundang sebagai tamu kehormatan di dalam perjamuanNya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.