Kerajaan Surga Laksana Pukat yang Mempersatukan dalam Perbedaan

pukat ikan by dreamstime

Kamis 31 Juli 2014, PW St. Ignasius Loyola, Imam
Yeremia 18:1-6; Mzm 146:2abc.2d-4.5-6; Matius 13:47-53

SELAMAT  pesta para sahabat Serikat Jesus bersama St. Ignasius Loyola.

“Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.” (Matius 13:47)

Kerajaan sorga laksana pukat. Kata lain pukat adalah jaring. Dalam bahasa Inggris kata jaring adalah “net”. Dari kata jaring kita mengenal kata “jejaring” yang dalam bahasa Inggris disebut networking.

Fungsi jaring adalah untuk menangkap dan mengumpulkan. Mengumpulkan sama dengan mempersatukan. Berbagai jenis ikan ditangkap dan dikumpulkan.

Memang di dalam perumpamaan tersebut ditampilkan juga proses pemisahan dalam arti mengumpulkan yang baik dari yang kurang baik. Ikan yang baik dikumpulkan dalam satu tempat (pasu). Yang kurang baik dibuang.

Pada kesempatan ini, mari kita perhatikan makna jaring sebagai sarana untuk mengumpulkan. Mengumpulkan berarti pula menghubungkan. Dengan demikian terjaril jejaring antar yang berbeda dan yang terpisah.

Betapa mudah di antara kita memisahkan satu dengan yang lain dengan saling membedakan satu sama lain. Betapa sulit mengumpulkan yang berbeda. Bahkan, perbedaan sering dianggap sebagai satu ancaman. Maka yang berbeda harus dibungkam, dibinasakan!

Saya jadi ingat pidato Jokowi sebagai Presiden terpilih Pilpres 2014. Dia bilang, “Lupakan nomor 1. Lupakan juga nomor 2. … Yang ada sekarang adalah nomor 3: Persatuan Indonesia.”

Kita hidup dalam kebhinnekaan namun tetap disatukan dalam ketunggalan. Kita berbeda namun tetap satu. Kata-kata arif bijaksana dalam bahasa Sansekerta warisan Mpu Tantular, “Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.”

Dalam tradisi iman Katolik, gerakan Adorasi Ekaristi Abadi adalah gerakan yang laksana pukat, jaring dan jala yangg terbuka bagi siapa pun agar dapat kian bersatu dengan Yesus Kristus dalam sikap sembah sujud dan keheningan. Tujuannya bukan hanya personal, melainkan eklesial bahkan sosial. Siapa pun yang terlibat di dalamnya dipanggil untuk membawa kita dan dunia kepada kasih Allah yang telah mempersatukan umat manusia sebagai anak-anak-Nya.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami layak dipersatukan dengan Dikau sebagai anak-anak Bapa di surga. Kami ingin mewujudkan semangat persatuan yang sama di tengah kehidupan bersama dengan saling menghormati perbedaan satu sama lain. Terpujilah Engkau kini dan selamanya. Amin.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.