Mgr. Florentinus Sului MSF Sudah Lama Sakit Jantung (6)

< ![endif]-->

PERIHAL sakit jantung koroner yang diderita mendiang Bapak Uskup Diosis Samarinda Mgr. Florentinus Sului MSF, seorang anggota kerabat dekat membenarkannya. “Beliau ke Jakarta memang dalam rangka berobat dan kontrol dokter,” tutur Dimas Gusti Adinugroho, kerabat dekat almarhum.

Hari Senin tanggal 15 Juli pekan lalu sebelum meninggal dunia, kata Dimas, mendiang Bapak Uskup Mgr. Sului MSF masih berkenan datang ke rumahnya di Samarinda untuk mempersembahkan misa khusus peringatan 1.000 hari ayahnya di Samarinda.

“Saya kaget mendengar berita ini,” kata Dimas di Samarinda, Kalimatan Timur.

“Beliau meninggal saat dilakukan pemasangat kateter jantung,” tambah dia. “Begitu informasi yang saya dengar dari lingkungan keluarga,” tutur penerima program beasiswa Yayasan Bhumiksara tahun 2005 ini.

Menurut Dimas, di Keuskupan Samarinda almarhum lebih dikenal dengan nama/sebutan Mgr. Sului Florentinus. “Kami sekeluarga sekarang ini masih tinggal di Samarinda,” sambungnya kemudian.

Saat bertemu dengan kerabat dekat pada waktu misa arwah peringatan 1.000 hari ayahnya itulah –demikian kata Dimas—Bapak Uskup Mgr. Sului Florentinus mengaku akan ke Jakarta untuk urusan check-up medis dan berobat jantung. “Ternyata, beliau memang melakukan proses kateter jantung,” kenang Dimas.

Seorang dokter di Jakarta yang mengikuti perkembangan kesehatan Mgr. Sului MSF sejak lama memang mengiyakan kalau kondisi jantung beliau serius. Sejauh ini, kata dokter ini kepada Sesawi.Net akhir bulan Juni 2013 lalu di Keuskupan Agats, Bapak Uskup masih menggunakan sistem pengobatan ‘tradisional’ dengan minum pil secara teratur. “Sedih sekali rasanya mendengar berita duka beliau meninggal dunia.  Selama ini saya ikut menemani beliau check-up dan berobat sampai akhirnya beliau memutuskan sendiri mau pasang stent saja daripada operasi by-pass,” kata dokter ini.

“Pada akhirnya, kita hanya bisa pasrah. Ya, saatnya kita sekarang memberi yang terbaik bagi beliau: doa-doa kita,” tandas dokter ibu tiga orang anak ini.

Yang terkejut mendengar berita wafatnya Mgr. Sului Florentinus MSF tidak hanya keluarga besar Dimas. Tak urung, Bapak Uskup Diosis Purwokerto di Jawa Tengah pun ikut dibuat terperanjat mendengar kawat duka cita ini.

“Berita ini mengejutkan,” begitu Bapak Uskup Diosis Purwokerto Mgr. Julianus Sunarka SJ menulis email di forum pemerhati Keuskupan Purwokerto.

“Padahal kemarin pagi (Rabu tanggal 17 Juli –Red), saya masih makan bersama Mgr. Sului MSF dan Mgr. Duka di Wisma KWI Jl. Kemiri 15, Menteng, Jakarta Pusat,” tulisnya lagi.

“Seperti biasa,  kami bercanda tawa dengan jokes disertai gelak ketawa. Mgr. Sului memang tengah berobat dan melakukan operasi katarak didampingi seorang suster dan ibu perawat,” paparnya.

“Apakah benar-benar beliau meninggal dunia, karena ini mengejutkan saya?,” kata beliau bertanya-tanya.

Photo credit: Mgr. Florentinus Sului MSF (Ist)

Tautan:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.