Kepala, Bukan Ekor (3)

(sambungan)

Dari sumur gelap, penjara, dan akhirnya istana. Itu benar-benar rangkaian petualangan yang tidak mudah dan penuh dengan penderitaan. Tetapi ternyata dalam proses itu ada penyertaan Tuhan yang membuat segala yang Yusuf lakukan berhasil. Dalam posisi sulit dan di ujung ekor sekalipun Yusuf tetap mampu tampil sebagai kepala. Ini adalah hal luar biasa yang menjadi bukti nyata dari firman Tuhan yang mengehendaki kita semua untuk berada di “habitat” kita sesungguhnya yaitu kepala. Bahkan masalah sebesar apapun tidak mampu menghentikan Yusuf untuk mencapai posisi kepala!

Apa yang menjadi syarat agar Tuhan selalu menyertai dan memampukan kita mencapai posisi kepala? Syarat itu telah diberikan dengan jelas dalam ayat yang sudah saya sampaikan di awal renungan ini, yaitu dari Ulangan pasal 28. “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.” (Ulangan 28: 13-14).

Dari ayat ini kita bisa mengalami seperti apa yang terjadi pada Yusuf jika:
(1) kita mendengarkan perintah Tuhan
(2) menjadi pelaku-pelaku firman yang setia
(3) tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan
(4) hanya menyembah Allah (huruf besar) saja, dan bukan allah lain (huruf kecil).

Bukankah rangkaian kisah Yusuf menggambarkan ke 4 hal ini menjadi pedoman hidupnya secara penuh? Bukankah Yusuf tetap taat melakukan ke 4 hal tersebut tanpa peduli kondisi apapun yang ia hadapi? Ia tidak kecewa, tidak mencoba alternatif lain untuk selamat, ia tidak kepahitan, ia tidak bersungut-sungut, ia tidak menghujat, ia tidak putus asa, ia tidak hilang harapan, melainkan tetap percaya sepenuhnya untuk berjalan bersama Allah. Dan janji Tuhan pun dengan sendirinya berlaku bagi diri Yusuf.

Tuhan telah menetapkan anak-anakNya untuk menjadi kepala dan bukan ekor. Kita akan senantiasa naik dan bukan turun. Janji yang sudah terbukti pada Yusuf pun berlaku sama buat kita semua hari ini, juga anak-cucu kita di masa yang akan datang. Ini sebuah janji berkat Tuhan yang akan bisa kita dapatkan jika kita melakukan apa yang telah Tuhan tetapkan sebagai syarat. Dalam kondisi apapun saat ini anda berada, tetaplah berpegang teguh pada firman Tuhan, percayalah tanpa ragu sedikitpun, jangan memberi toleransi pada jebakan dosa dan jangan tergoda untuk mengambil alternatif-alternatif lain karena tidak sabar mengalami proses.

Sebuah perjalanan yang terkelam sekalipun, jika ada penyertaan Tuhan di dalamnya akan tetap memberikan sebuah hasil yang berbeda. Kita akan tetap berhasil meski ditekan, kita akan tetap maju meski ditahan, tidak ada satupun yang bisa menghentikan keinginan Tuhan jika kita melakukan semua syarat-syarat yang telah Dia tetapkan. Proses boleh menyakitkan, namun pada suatu ketika kita akan menuai janji Tuhan dengan sepenuhnya. Dan ingatlah bahwa dalam sepanjang proses itupun Tuhan mampu membuat kita tetap berhasil dan memperoleh pencapaian-pencapaian tersendiri. Yusuf sudah membuktikan dan berhasil. Siapkah kita membuktikannya sama seperti Yusuf?

Kepala dan bukan ekor, tetap naik dan bukan turun, itulah yang dijanjikan Tuhan untuk kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.