Kemurahan Hati Allah


TUHAN sangat mengasihi manusia, sehingga Ia tak pernah berhenti memanggil setiap orang untuk bekerja di kebunNya agar kelak mengalami keselamatan. Ada yang segera menanggapinya di usia yang relatif muda, namun ada pula yang baru menanggapinya setelah memasuki usia senja.


Bagi mereka yang sudah sejak muda berkecimpung di dalam pelayanan, jangan pernah meremehkan rekan sepelayanan dan merasa diri lebih berjasa sehingga menuntut perlakuan dan berkat yang lebih istimewa daripada yang lainnya; karena Tuhan tidak menilai manusia dari kehebatan prestasi mereka. Jangan juga bersikap iri hati dan menuduh Tuhan tidak adil karena Dia adalah Sang Pencipta; adalah hakNya untuk menentukan apa yang pantas kita terima.


Sadari bahwa Tuhan sudah bermurah hati dengan membukakan pintu kesempatan bagi kita untuk ikut ambil bagian di dalam pewartaan kabar keselamatan. Mari ungkapkan syukur kita kepadaNya dengan giat bekerja dan mempersembahkan hanya yang terbaik kepadaNya. Dengan mengandalkan belas kasihNya, semoga kelak kita layak menerima anugerah mahkota kehidupan abadi.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: