Kemunafikan


INJIL hari ini masih berkisah seputar kecaman Yesus terhadap ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka dikatakan bagai kuburan, indah di luar namun penuh kebusukan di dalamnya.


Kecaman Yesus hendaknya membawa kita kepada introspeksi diri. Kita juga kerap melakukan hal yang sama meski dalam skala yang kecil, misalnya

Bertutur kata dengan lemah lembut dan manis kepada sahabat dan tetangga namun berbicara secara kasar terhadap pembantu dan sopir.Menasihati anak untuk tidak mencontek saat ulangan, tapi di kantor melakukan berbagai kecuranganDalam pelayanan bersikap seperti malaikat, ketika di rumah berubah 180 derajat

Sadari bahwa Tuhan menyelidik hati kita, Ia mengetahui semua yang tersembunyi di dalam lubuk hati yang terdalam. Tidak ada gunanya memamerkan kehidupan yang saleh, sementara hati kita penuh dengan iri hati, dendam, kebencian dan kejahatan; karena semuanya akan terungkap di hadapanNya.


Coba cermati sikap hidup kita; bila selama ini kita hidup dalam kepalsuan, mari buang semua topeng-topeng kemunafikan yang kita kenakan, dan perbaiki diri agar hidup kita berkenan di hadapanNya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: