Kemuliaan Di Balik Penderitaan

Posted on

SAAT para murid diselimuti kekaguman yang luar biasa akan kuasa Yesus, Ia mengungkapkan nubuat mengenai penderitaan yang akan dialamiNya di kemudian hari. Sungguhpun para murid tidak memahami perkataanNya, mereka enggan menanyakan lebih lanjut. Mereka berpendapat bahwa Sang Guru tak mungkin terkalahkan; dengan kuasaNya niscaya Ia akan mudah mengelakkan penderitaan.

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang mau menderita, terlebih bila kita selalu setia kepadaNya. Ketidakpahaman kita terhadap kehendakNya membuat kita kerap protes kepadaNya. Mengapa kita yang sudah rajin beribadat dan melayani, harus mengalami kesengsaraan dan penderitaan yang tak habis-habisnya. Bukankah seharusnya kita menerima berkat melimpah?

Sadari bahwa relasi dengan Tuhan bukanlah relasi dagang, di mana kita menghitung seluruh jasa kita dan kemudian menagih upah kepadaNya. Kita harus belajar untuk memandang semua peristiwa yang kita alami lewat kacamata iman. Jangan mengedepankan logika karena logika selalu berseberangan dengan iman, dan hanya membuat kita menjadi frustrasi, bahkan depresi.

Sebagaimana Yesus taat kepada kehendak Bapa, marilah kita juga belajar untuk taat kepada kehendakNya walaupun kita tidak memahaminya. Percaya kepadaNya bahwa di balik semua penderitaan terdapat rencanaNya yang baik dan indah bagi kita masing-masing. Senantiasa berharap kepadaNya, dan melangkah dalam iman untuk menapaki jalan menuju keselamatan.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.